SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sebanyak 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Timur menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri untuk memperluas peluang kerja bagi lulusan berkebutuhan khusus, Rabu, 8 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan khusus dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak didik kami yang berkebutuhan khusus untuk belajar secara langsung serta memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan peluang magang maupun kerja,” terangnya.
Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membekali keterampilan praktis, membangun kepercayaan diri, serta menyiapkan mereka agar mandiri di tengah masyarakat.
BACA JUGA:PDIP Ajak Guru SLB Perkuat Nilai Budaya di Tengah Modernisasi
Ia menilai salah satu tantangan utama lulusan SLB selama ini adalah terbatasnya akses ke dunia kerja. Oleh karena itu, kehadiran dunia industri dalam ekosistem pendidikan diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif untuk membuka peluang tersebut.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekat antara lulusan SLB dengan dunia kerja. Mereka juga memiliki peluang yang sama, ruang yang sama, dan kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ucapnya.
Aries juga mengapresiasi keterlibatan 137 SLB negeri dan swasta di Jawa Timur yang turut ambil bagian dalam kolaborasi ini. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan semangat kolektif seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mendorong transformasi pendidikan inklusif.
“Keterlibatan 137 SLB ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk bergerak maju. Ini bukan hanya kerja sama formal, tetapi gerakan bersama untuk masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
BACA JUGA:Pemerintah Jatim Dorong Pemerataan SLB Negeri, Targetkan Satu SLB di Tiap Kabupaten/Kota
BACA JUGA:Pemprov Jatim Resmikan SLB Karya Mulya Jadi Sekolah Negeri
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus sekaligus memastikan setiap anak memiliki akses yang setara terhadap masa depan yang lebih baik.
Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri dapat terus diperkuat untuk menciptakan lulusan yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing di dunia kerja.
Langkah ini juga menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendorong inovasi pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman. (*)