Prabowo: Tata Kelola BUMN yang Sehat Dongkrak Laba Jadi Rp326 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026)--
HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perbaikan tata kelola dan pengelolaan yang sehat mampu mendorong peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal itu tercermin dari kenaikan keuntungan BUMN yang mencapai Rp326 triliun pada 2025, naik 75,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 14 Agustus.
"Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," ujar Prabowo.
BACA JUGA: BRI Gelar BRIncubator 2026, Siapkan UMKM Rumah BUMN Tembus Pasar Ekspor
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan BUMN Industri Pertahanan Tak Akan Dijual ke Asing
Menurut Prabowo, kenaikan tersebut tidak lepas dari langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah, termasuk memastikan laporan keuangan BUMN disusun berdasarkan angka yang benar dan akurat.
Ia menyebut pemerintah sebelumnya melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN pada 2024, sehingga laba BUMN tahun tersebut tercatat Rp186 triliun, dengan setoran dividen ke negara sebesar Rp85,5 triliun.
Ia menegaskan pemerintah tidak menginginkan adanya manipulasi dalam laporan BUMN. Menurutnya, angka yang dilaporkan kepada pemerintah harus mencerminkan kondisi sebenarnya, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.
"Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit," tegasnya.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan BUMN Industri Pertahanan Tak Akan Dijual ke Asing
Selain laba, Prabowo juga menyoroti kenaikan dividen BUMN yang disetorkan kepada negara. Pada 2025, dividen BUMN awalnya dilaporkan mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun sebelumnya.
Namun, Prabowo mengatakan angka tersebut perlu memperhitungkan penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan kepada BUMN pada tahun yang sama.
Setelah dikoreksi, dividen neto BUMN pada 2025 tercatat Rp138 triliun, naik sekitar 160 persen dari dividen neto 2024 yang sebesar Rp53 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: