Ducati dan Honda Dipaksa 'Reset'! MotoGP 2027 Resmi Hapus Keunggulan Tim Raksasa

Jumat 10-04-2026,13:34 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY- Menjelang transisi besar ke era mesin 850cc, otoritas MotoGP resmi menyiapkan skema "Reset" radikal yang akan menempatkan seluruh pabrikan raksasa di garis start yang sama.

Melalui penetapan status Rank B bagi semua pabrikan di musim 2026, musim 2027 bukan sekadar pergantian mesin, melainkan upaya preventif untuk menghapus monopoli riset dan mengembalikan takhta juara pada kemurnian skill pembalap.

MotoGP telah memberlakukan sistem konsesi sejak 2024 demi menciptakan kejuaraan yang lebih kompetitif dan adil. Selama ini, status konsesi ditentukan berdasarkan klasemen konstruktor musim sebelumnya.

Namun, menyambut transisi besar ke era mesin 850cc pada 2027, otoritas balap telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan persaingan tetap seimbang.

​Awal Musim 2027: Semua Pabrikan Mulai dari Rank B

​Poin krusial dalam regulasi 2027 adalah perlakuan terhadap pabrikan yang ada saat ini. Berdasarkan informasi terbaru, pada awal musim 2027, seluruh pabrikan yang berpartisipasi di musim 2026 akan langsung ditempatkan di Peringkat Konsesi B (Rank B).

Langkah ini bersifat strategis. Jika seluruh tim ditempatkan di Rank A (aturan terketat), pengembangan mesin baru 850cc dikhawatirkan terhambat.

Sebaliknya, jika ditempatkan di Rank D (paling longgar), pabrikan yang sudah dominan berpotensi mendapatkan keuntungan uji coba yang terlalu masif.

BACA JUGA:Michelin Bantah Dominasi Aprilia di MotoGP 2026 karena Faktor Ban, Ini Penyebab Aslinya!

BACA JUGA:Eksodus Tech3 ke Honda: Akankah KTM Menjadi Suzuki Kedua di MotoGP?

Rank B pun dipilih sebagai "titik tengah" yang memberikan fleksibilitas pada pengembangan, namun tetap terkontrol.

​Artinya, performa pabrikan di musim 2026 tidak akan dihitung. Baik Ducati yang mendominasi maupun Honda yang berada di posisi buncit pada 2026, semuanya akan memulai musim 2027 dari titik nol yang sama.

Aturan Main di Rank B

​Pabrikan di Rank B harus mengikuti batasan tertentu, antara lain:

  1. ​Alokasi ban pengujian dalam jumlah menengah.
  2. ​Pengujian tertutup hanya boleh dilakukan oleh test rider, tanpa melibatkan pembalap reguler.
  3. ​Jatah wildcard maksimal sebanyak 3 kali.
  4. ​Hanya diizinkan melakukan satu kali pembaruan paket aerodinamika.
  5. ​Alokasi 6 hingga 7 mesin sepanjang musim.

​Dengan status ini, pabrikan seperti Ducati, KTM, Aprilia, Honda, dan Yamaha akan memiliki modal riset yang setara. Mereka dipaksa mengandalkan data dari pembalap penguji untuk mengembangkan motor di paruh pertama musim.


Foto bersama seluruh pembalap pada peluncuran MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram Thailand--Twitter Ibrahim Al-Zubaidi @IbrahimAlZubaidi

Sistem Revisi Tengah Musim. 

​Meski dimulai seragam di Rank B, sistem ini tetap dinamis melalui Mid-season Revision (Checkpoint). Evaluasi akan dilakukan berdasarkan persentase poin yang diraih hanya pada seri-seri awal musim 2027.

  • ​Promosi ke Rank A: Jika sebuah pabrikan tampil sangat dominan (meraih >85% poin), mereka naik ke Rank A dan kehilangan beberapa hak istimewa.
  • ​Degradasi ke Rank D: Pabrikan yang terpuruk akan turun ke Rank D untuk mendapatkan bantuan tambahan berupa 2 mesin ekstra dan izin tes bagi pembalap reguler.

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Ekspansi ke MotoGP Lewat AVA, Gandeng Fermin Aldeguer

BACA JUGA:Bursa Transfer MotoGP 2027: Izan Guevara Masuk Radar Yamaha, Siap Susul Alonso dan Holgado

​'Karpet Merah' untuk Pemain Baru

​Bagaimana dengan potensi masuknya pabrikan baru seperti BMW? Regulasi menyebutkan bahwa setiap pabrikan yang tidak berkompetisi di 2026 akan langsung masuk ke Rank D.

Hal itu diibaratkan sebagai "karpet merah", agar pabrikan baru bisa mengejar ketertinggalan riset mesin 850cc melalui alokasi mesin lebih banyak (8-9 mesin) dan kebebasan tes di sirkuit mana pun.

Melalui kebijakan ini, MotoGP berupaya mencegah monopoli riset. Dengan mesin 850cc tanpa ride-height device serta aerodinamika yang dibatasi, fokus diharapkan kembali pada skill pembalap dan kreativitas mekanik.

Pertanyaannya, mampukah pabrikan yang saat ini terpuruk dalam bersaing saat "perlindungan" konsesi mereka dicabut di awal 2027?(*) 

Kategori :