Perang Bintang MotoGP: Davide Brivio Datang, Honda Siap Rebut Kembali Takhta
Davide Brivio, saat diwawancarai MotoGP, diselah-selah kesibukan di Grand Prix Le Mans 2026--Twitter M Sports @MSports_all
HARIAN DISWAY- Honda Racing Corporation (HRC) resmi memulai revolusi total demi mengakhiri keterpurukan mereka di pentas balap motor dunia. Langkah radikal diambil dengan merombak total struktur internal: mendatangkan Davide Brivio untuk memegang kendali penuh divisi motorsport, sementara Alberto Puig digeser menjadi konsultan strategis.
Ini bukan sekadar pergantian takhta, melainkan sinyal perang terbuka dari raksasa Jepang yang siap memadukan etos kerja Asia dengan fleksibilitas manajemen Eropa, demi merebut kembali takhta MotoGP dan WorldSBK.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Honda membutuhkan perubahan arah yang radikal di panggung balap motor dunia. Raksasa Jepang ini terus menunjukkan kelemahan dan selama bertahun-tahun gagal memainkan peran utama yang dulunya begitu identik dengan nama besar mereka.
Gelar juara dunia MotoGP terakhir mereka diraih pada 2019 silam, yang juga menjadi torehan manis terakhir Marc Marquez bersama pabrikan asal Tokyo tersebut sebelum keruntuhan melanda.
Sejak kepergian sang juara dunia asal Spanyol itu, garasi Honda lebih banyak diwarnai duka ketimbang sukacita. Kondisinya bahkan jauh lebih memprihatinkan di ajang WorldSBK. Pabrikan berlogo sayap tunggal ini terakhir kali mengecap gelar juara dunia melalui James Toseland hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 2007.
BACA JUGA:Efek Domino Bastianini: Karpet Merah Senna Agius Menuju MotoGP 2027
BACA JUGA:Pimpin Klasemen Moto2 Tapi Dicampakkan MotoGP, Manuel Gonzalez Alami Anomali Terbesar!
Langkah Agresif HRC Menuju Kebangkitan
Sadar posisinya kian terpuruk, petinggi di Jepang mulai mengambil langkah konkret untuk kembali ke puncak. Pergerakan diawali dengan merekrut Romano Albesiano sebagai direktur teknik baru, disusul keberhasilan mengamankan tanda tangan pembalap top Fabio Quartararo untuk musim 2027. Kini, manuver terbaru mereka adalah mengamankan servis mantan bos Suzuki dan Alpine, Davide Brivio.
Saat ini, kabar resmi yang beredar baru sebatas pengumuman perpisahan antara Davide Brivio dan tim Trackhouse Racing di akhir musim 2026. Namun, rumor kedatangannya ke Honda sudah menjadi perbincangan hangat di paddock.
Bersamaan dengan itu, posisi Alberto Puig dipastikan bergeser dari manajer tim menjadi konsultan strategis, sebuah keputusan yang oleh banyak pihak dinilai bukan sebagai promosi jabatan.

Aleix Espargaro sedang berdiskusi dengan Alberto Puig, di sela-sela tes pasca musim Valencia 2025, pada Selasa 18 November 2025--Twitter Paddock GP @Paddockgp1
Perubahan peran Puig di struktur internal HRC ini langsung memicu spekulasi liar. Beberapa pihak yang skeptis menganggap pria Spanyol itu mulai tersingkir. Namun, Aleix Espargaro yang kini bertindak sebagai pembalap uji Honda HRC, langsung pasang badan.
“Alberto akan tetap berada di sini tahun depan. Dia akan memainkan peran penting dalam tim, meskipun dari perspektif yang berbeda,” tegas Aleix Espargaro.
Peran '360 Derajat' Davide Brivio
Kehadiran Davide Brivio di proyek baru Honda kabarnya bukan sekadar menggantikan posisi Puig. HRC memiliki rencana yang jauh lebih makro untuk pria asal Italia tersebut. Brivio diproyeksikan memegang kendali penuh alias peran 360 derajat di seluruh divisi motorsport HRC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: