Perang Bintang MotoGP: Davide Brivio Datang, Honda Siap Rebut Kembali Takhta

Perang Bintang MotoGP: Davide Brivio Datang, Honda Siap Rebut Kembali Takhta

Davide Brivio, saat diwawancarai MotoGP, diselah-selah kesibukan di Grand Prix Le Mans 2026--Twitter M Sports @MSports_all

​Artinya, meski MotoGP tetap menjadi prioritas utama, Brivio juga akan mengawasi operasional Honda di WorldSBK, ajang Reli Dakar, hingga kejuaraan motocross. Ia akan memikul tanggung jawab global atas seluruh aktivitas balap Honda.

BACA JUGA:Monster Energy Resmi Jadi Sponsor Utama Aprilia, Plot Twist Skenario Bagnaia-Bezzecchi

BACA JUGA:Memorabilia MotoGP: Ducati Jual Bekas Baret Motor Marc Marquez dan Pecco Bagnaia

​Reputasi Brivio sendiri tidak perlu diragukan. Pria berusia 61 tahun ini memulai karier manajemennya di WorldSBK bersama Yamaha sebelum hijrah ke MotoGP, dimana ia sukses mengawal masa keemasan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Ia juga sempat menjadi konsultan untuk VR46 Racing Team. Prestasi paling fenomenalnya adalah saat menakhodai Suzuki kembali ke kelas utama dan langsung mempersembahkan gelar juara dunia lewat Joan Mir pada 2020. Setelah petualangan singkat di Formula 1 bersama Alpine F1, Brivio kembali ke MotoGP pada 2024 untuk membangun fondasi kuat bagi tim satelit Aprilia Trackhouse.

​Era Baru dan Kolaborasi Dua Pola Pikir

​Kini, tantangan masif sudah menanti Brivio. Menjinakkan motor Honda saat ini jelas bukan perkara mudah, namun ia dikenal memiliki kemampuan magis dalam memaksimalkan potensi tim.

Honda HRC sadar betul bahwa untuk membangun era baru, mereka harus meruntuhkan kekakuan budaya lama. Kombinasi Romano Albesiano dan Davide Brivio diharapkan menjadi kepingan teka-teki yang sempurna.

​Kelebihan utama Brivio adalah pemahamannya yang mendalam terhadap regulasi dan pola pikir pabrikan Jepang, yang terbukti sukses ia harmonisasikan dengan kultur kerja Eropa (Italia) di masa lalu.

Di sisi lain, Honda juga tidak akan membuang aset berharganya begitu saja. Alberto Puig, mantan pembalap kelas 500cc yang sukses mengorbitkan talenta hebat sekelas Casey Stoner dan Dani Pedrosa, akan tetap menjadi mentor di balik layar. Visi jangka panjang dan intuisi tajam Puig tetap dibutuhkan untuk mendampingi Brivio yang memegang kendali operasional harian.

​Di era transformasi regulasi MotoGP yang kian dinamis, HRC mencoba menjaga keseimbangan: bergerak maju dengan inovasi Eropa lewat Brivio, namun tetap mempertahankan akar sejarah dan kebijaksanaan tim melalui Puig.

​Pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah duet kepemimpinan Davide Brivio dan Alberto Puig ini menghidupkan kembali kedigdayaan Honda di grid MotoGP yang kian kompetitif? Publik balap dunia kini menunggu pembuktiannya.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: