Cetak Biru HRC 2027: Membaca Ambisi Besar Honda di Balik Proyek Quartararo dan David Alonso

Cetak Biru HRC 2027: Membaca Ambisi Besar Honda di Balik Proyek Quartararo dan David Alonso

Fabio Quartararo, saat berada di garasi Yamaha pada GP Catalunya 2026.--Twitter M Sports @MSports_all

HARIAN DISWAY - Honda Racing Corporation (HRC) resmi memicu revolusi besar menyambut regulasi baru MotoGP 2027. Bukan sekadar berburu pembalap instan, raksasa Jepang ini merombak total struktur teknisnya demi membangun dinasti baru.

Langkah ekstrem memisahkan peran dua mekanik jenius, Christian Pupulin di sisi Fabio Quartararo dan Santi Hernandez yang diplot mengawal sang wonderkid David Alonso, menjadi bukti sahih bahwa Honda tidak lagi bermain aman demi merebut kembali takhta yang hilang.

Rencana besar Honda untuk MotoGP 2027 mengalami pergeseran strategi yang dramatis. Pabrikan asal Jepang tersebut resmi menunjuk Christian Pupulin sebagai kepala mekanik baru untuk Fabio Quartararo.

Langkah ini menegaskan bahwa Honda tidak lagi sekadar berburu pembalap juara, melainkan merombak total sistem operasi proyek MotoGP mereka dengan menjadikan Quartararo sebagai pusat dari ambisi jangka panjang.

​Menurut laporan, Honda Racing Corporation (HRC) mempercayakan Christian Pupulin—yang saat ini menjadi kepala kru Luca Marini—untuk memimpin garasi tim Repsol Honda bersama Quartararo mulai musim 2027.

BACA JUGA:Enggan Jadi 'The Next Marc Marquez' Instan, Maximo Quiles Tolak Godaan MotoGP

BACA JUGA:Guenther Steiner Tebar Ancaman: Tech3 Amankan Motor Pabrikan KTM, Siap Rusak Dominasi Ducati!

Keputusan ini tergolong krusial. Teknisi yang akrab disapa "Pipi" di paddock ini memiliki rekam jejak gemilang di MotoGP. Ia kaya pengalaman bersama Ducati saat menangani Nicky Hayden, Andrea Dovizioso, dan Jack Miller, sempat hijrah ke KTM, hingga akhirnya menjadi kepala kru Marini di tim pabrikan Honda pada 2025.

Dengan memilih Pupulin, Honda jelas mempertaruhkan masa depannya pada salah satu ahli teknis paling berpengalaman dan dihormati di kejuaraan, ketimbang bertaruh pada nama baru.

​Mengapa Memilih Pupulin ketimbang Santi Hernandez?

​Publik tentu bertanya-tanya, mengapa bukan Santi Hernandez? Bagaimanapun, Santi adalah sosok kepala kru paling berpengaruh dalam sejarah modern Honda, berkat segudang pengalamannya mengantarkan Marc Marquez meraih multi-gelar juara dunia.


Christian Pupulin, saat masih menjadi kepala kru Jack Miller di KTM. --Twitter Scherazade @ScherazadeMS

Alasan pemilihan Pupulin rupanya didasarkan pada karakter kerjanya yang sangat terstruktur, tenang, serta memiliki kedekatan dengan metodologi Eropa (khususnya pendekatan teknisi Italia). Karakter ini dinilai sangat cocok dengan gaya balap serta kebutuhan teknis Quartararo, yang terbiasa dengan masukan data linier ala motor Eropa modern.

​Namun, manuver Honda tidak berhenti di sana. Quartararo juga akan didampingi oleh Ignacio “Nacho” Madurga, spesialis ban asal Yamaha yang merupakan anggota kunci dalam lingkaran kepercayaan sang pembalap Prancis.

Di era saat keahlian teknis dan kemitraan personal sama krusialnya dengan talenta balap, Honda ingin memberikan kenyamanan maksimal bagi bintang baru mereka.

BACA JUGA:MotoGP 2027: Thailand Jadi Pembuka Lagi Akibat Konflik Timur Tengah?

BACA JUGA:Peta Kekuatan Konsesi MotoGP Resmi Berubah: Ducati Turun Kelas, Honda Kembali ke Rank D!

Duet Masa Depan: David Alonso dan Santi Hernandez

​Lantas, apa peran Santi Hernandez dalam cetak biru HRC? Jawabannya ada pada rencana jangka panjang pabrikan. Santi telah resmi diplot untuk mengawal calon rookie mega-bintang masa depan Honda pada 2027, yaitu David Alonso!

​Strategi HRC ini terbilang sangat masuk akal. Memasangkan pembalap muda berbakat luar biasa seperti Alonso dengan kepala mekanik senior bermental juara sekelas Santi Hernandez adalah formula ideal untuk mencetak 'The Next Marc Marquez'. Pengalaman Santi dalam memoles pembalap muda Spanyol/Latino menjadi juara dunia adalah aset yang terlalu berharga untuk dilewatkan.

​Langkah HRC memisahkan peran ini menunjukkan pembagian fokus yang cerdas. Fabio Quartararo akan menjadi ujung tombak instan yang disuplai keahlian teknis Christian Pupulin untuk langsung bertarung di barisan depan. Sementara itu, investasi masa depan diletakkan di pundak duet David Alonso dan Santi Hernandez.

Proyek Besar Era 850cc

​Di sisi lain garasi, sensasi asal Brasil, Diogo Moreira, menjadi kandidat utama untuk mengisi kursi pabrikan kedua Honda pada 2027. Susunan teknisnya pun akan diperbarui, termasuk mendatangkan Andres Madrid dari KTM.

​Pembagian tugas yang sangat strategis ini dilakukan demi membangkitkan kembali kejayaan sang raksasa Jepang menyambut regulasi baru era 850cc. Ini adalah investasi besar-besaran, baik dari segi personel maupun infrastruktur, demi membentuk wajah baru proyek masa depan mereka.

​Pada akhirnya, pesan paling signifikan dari pergerakan ini bukan sekadar penunjukan Christian Pupulin di garasi Quartararo. Melainkan penegasan bahwa Honda telah menemukan pemimpin baru untuk era 2027 mereka, dan ia adalah seorang pria Prancis.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: