Tottenham Terlempar ke Zona Degradasi, Ini Rencana Roberto De Zerbi

Sabtu 11-04-2026,08:02 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Tottenham Hotspur resmi masuk ke zona degradasi Premier League, bahkan sebelum memainkan laga pekan ke-32.

Itu tidak lepas dari kemenangan besar West Ham atas Wolverhampton Wanderers 4-0 pada Sabtu dini hari WIB, 11 April 2026. Hasil itu membuat West Ham naik ke peringkat 17 dengan 32 poin, menggeser Tottenham yang kini tertinggal 2 poin.

Masuk ke zona merah adalah "prestasi" pertama Spurs dalam 17 tahun terakhir. Mereka mengalami situasi serupa pada Januari 2009, saat masih dilatih oleh Harry Redknapp. Tapi itu pun masih bisa selamat.

Kondisi ini mencerminkan performa buruk Tottenham sepanjang musim. Mereka tidak meraih kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir di liga, dengan delapan di antaranya berakhir dengan kekalahan.

BACA JUGA:Jujur! Cristian Romero Akui Tak Bahagia di Tottenham, Sinyal Bakal Hengkang?

BACA JUGA:Roberto De Zerbi Resmi Latih Tottenham: Misi Mustahil Lolos dari Jurang Degradasi!

Bahkan, mereka belum pernah menang di kandang sendiri sejak awal Desember—sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi klub sebesar Spurs.

Kini, Premier League tinggal menyisakan tujuh laga. Mampukah Spurs bangkit? Atau, mereka bakal turun level ke The Championship, kasta kedua Liga Inggris? Jika ya, ini bakal jadi kali pertama dalam 49 tahun terakhir mereka terdegradasi.

Tantangan Berat De Zerbi dan Harapan Kebangkitan


Rio Ferdinand mengkritik manajemen Spurs sebagai akar keterpurukan klub dan menilai jabatan ini judi besar bagi karier De Zerbi karena sistem yang bermasalah.--Getty Images

Situasi itu kini menjadi tanggung jawab pelatih baru Spurs, Roberto De Zerbi. Ia adalah manajer ketiga musim ini setelah Thomas Frank dan Igor Tudor.

Ia akan menjalani laga pertama bersama Tottenham dengan bertandang ke Sunderland pada Minggu malam, 20.00 WIB. Tugas utama De Zerbi sangat jelas: menghentikan tren buruk dan menyelamatkan tim dari degradasi.

BACA JUGA:Tottenham Butuh Keajaiban, Roberto De Zerbi Bisa Jadi Jawaban

BACA JUGA:Igor Tudor Dipecat Tottenham Setelah Melatih 44 Hari, Ini Prediksi Penggantinya

Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, tekanan terhadap pelatih dan para pemain sudah mencapai titik kritis. Namun, ia sudah punya rencana.

Roberto De Zerbi berniat untuk menghidupkan kembali "Ange-ball". Yakni, gaya permainan agresif dan menyerang dari mantan manajer Ange Postecoglou.

Kategori :