HARIAN DISWAY - Ketua Ombudsman RI Hary Susanto, menegaskan komitmennya untuk segera bergerak cepat dalam membenahi internal lembaga dan mengawasi jalannya pelayanan publik.
Usai dilantik oleh Presiden pada Jumat, 10 April 2026, langkah awal yang diambil oleh kesembilan anggota Ombudsman adalah merapatkan barisan untuk menyelesaikan tugas, fungsi, dan kewenangan yang sempat tertunda selama dua bulan.
Hary menyampaikan bahwa prioritas utama adalah pembenahan internal. Hal ini bertujuan untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal dan lebih bersinergi dengan pemerintah.
“Prioritas pertama adalah pembenahan internal. Ada banyak hal di internal Ombudsman yang harus diperbaiki, di antaranya struktur, SDM,dan anggaran, karena Ombudsman masih dirasa berjarak dengan pemerintah,” kata Hary di Istana Negara, Jakarta.
BACA JUGA: Ombudsman Jateng Buka Suara soal Siswa SMK di Kudus Diduga Diintimidasi Usai Tolak MBG
BACA JUGA: Presiden Prabowo Lantik Sembilan Anggota Ombudsman RI Periode 2026-2031
Ia menilai pembenahan ini sangat penting agar lembaga tersebut memiliki pondasi yang kuat dalam menjalankan kewenangannya di tengah masyarakat.
Selain itu, Hery juga menekankan pentingnya mendekatkan peran Ombudsman dengan agenda strategi pemerintah, khususnya program Asta Cita.
Ia menilai masih terdapat kesenjangan informasi, yang mana banyak program unggulan pemerintah yang belum sepenuhnya tersampaikan dan dirasakan oleh masyarakat.
“Oleh karena itu, kami akan mendekatkan program-program pemerintah, yaitu Asta Cita, agar dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.
BACA JUGA: Dorong Layanan Kesehatan Dasar Inklusif, Organisasi Disabilitas di NTT Minta Bantuan Ombudsman RI
BACA JUGA: Pecat Ketua RW Sepihak, Kepala Desa Curug Wetan Dilaporkan ke Ombudsman
Harry menambahkan bahwa pengawasan terhadap program-program unggulan pemerintah seperti pendidikan gratis, sekolah rakyat, hingga makan bergizi gratis akan menjadi bagian penting dalam kerja Ombudsman ke depannya.
Ia menjelaskan bahwa peran pendampingan dari Ombudsman sangat penting agar program-program tersebut tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Oleh karena itu, program-program pemerintah ini akan kami dekatkan dengan masyarakat agar dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Diperlukan pula pendampingan dari Ombudsman agar program pemerintah yang baik dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.