Jember Jadi Sorotan Nasional, Validasi Data Kemiskinan Libatkan 20 Ribu ASN
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait saat pemaparan di BP Taskin , Kamis 21 Mei 2026-Humas Pemkab Jember -
JEMBER, HARIAN DISWAY - Langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan menekan angka kemiskinan nasional, mendapat perhatian dari pusat. Mereka dianggap berani membenahi akar persoalan yang selama ini kerap menjadi titik lemah program pengentasan kemiskinan.
Apresiasi itu disampaikan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) pada Sosialisasi Rencana Induk dan Inovasi Daerah dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule menyebut langkah Jember layak menjadi contoh nasional.
Pemerintah Kabupaten Jember melakukan validasi data dengan melibatkan ASN. Dengan begitu, data yang diserap benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
Iwan mengatakan persoalan kemiskinan bukan hanya soal tingginya angka warga miskin. Tapi data yang tidak akurat dan tumpang tindih bantuan sosial.
BACA JUGA:Kemendagri Sebut BAZNAS Berperan Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pemkab Jember melibatkan ASN untuk validasi data kemiskinan -Humas Pemkab Jember -
Karena itu, inovasi yang dilakukan Pemkab Jember dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat. “Pengalaman Kabupaten Jember dapat menjadi referensi strategis bagi percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih terpadu dan berdampak,” ujar Iwan.
Pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional turun menjadi 4,5 hingga 5 persen pada 2029. Sementara kemiskinan ekstrem ditargetkan nol persen pada 2026.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan nasional per September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta jiwa.
Di Jember, upaya memperbaiki data dilakukan secara besar-besaran. Bupati Jember Muhammad Fawait memilih turun langsung membenahi basis data warga miskin melalui pendekatan By Name By Address (BNBA).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lampaui Nasional, Tapi Ketimpangan dan Kemiskinan di Madura Masih Tinggi
BACA JUGA:Diskusi Buku Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee: Manusia Munafik yang Ditempa Kemiskinan
Tujuannya agar bantuan dari APBN, APBD hingga CSR benar-benar diterima warga yang layak. “Yang kami bangun bukan hanya sekadar pendataan, tetapi memastikan negara hadir melalui program yang tepat sasaran,” katanya.
Saat ini, angka kemiskinan Jember turun dari 9,01 persen pada 2024 menjadi 8,67 persen pada 2025. Kumlah penduduk miskin secara absolut masih tergolong tinggi, mencapai 216,76 ribu jiwa atau terbesar kedua di Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: