HARIAN DISWAY - Juventus dipastikan harus mempermanenkan penyerang asal Belgia, Lois Openda, meski sang pemain jarang mendapatkan kesempatan bermain sepanjang musim 2025/2026.
Menurut laporan dari Football Italia, klausul kewajiban pembelian dalam kontrak Openda resmi aktif setelah Juventus secara matematis memastikan finis di atas posisi 10 besar Serie A musim ini. Kepastian itu didapat usai kemenangan 1-0 atas Atalanta, 12 April lalu.
Dalam kesepakatan awal dengan RB Leipzig, Juventus membayar biaya pinjaman sebesar 3,3 juta euro (sekitar Rp56,1 miliar) ditambah bonus hingga 800 ribu euro (sekitar Rp13,6 miliar).
Kini, mereka wajib menebus Openda secara permanen dengan nilai 40,6 juta euro (sekitar Rp690,2 miliar) plus potensi bonus sekitar 1,7 juta euro (sekitar Rp28,9 miliar), yang akan dibayarkan dalam empat tahap.
BACA JUGA:Atalanta vs Juventus 0-1: Bianconeri Akhirnya Tembus 4 Besar!
BACA JUGA:Damien Comolli Puji Luciano Spalletti usai Resmi Perpanjang Kontrak di Juventus
Lois Openda saat tampil menghadapi Bodo Glimt di Liga Champions, 26 November 2025.-Francesco Scaccianoce-Getty Images
Ironisnya, keputusan permanen ini tidak sejalan dengan peran Openda di lapangan. Sang striker justru kesulitan menembus skuad utama dan kerap hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Sepanjang musim ini, Openda hanya mencatatkan 34 penampilan di semua kompetisi, bahkan mayoritas sebagai pemain pengganti, dengan kontribusi dua gol saja.
Ia bahkan tidak menjadi starter di Serie A sejak Desember lalu. Dalam lima pertandingan liga terakhir, Openda bahkan tidak dimainkan sama sekali oleh pelatih Luciano Spalletti.
Terakhir kali penyerang berusia 26 tahun itu tampil adalah pada 2 Maret lalu saat Juventus bermain imbang 3-3 melawan AS Roma. Itupun Openda hanya bermain satu menit dari bangku cadangan.
BACA JUGA:Juventus Kejar Ederson, Siap Salip Atletico Madrid di Bursa Transfer
Momen winger baru Juventus, Jeremie Boga (kanan), ketike berusaha melewati hadangan bek Lazio, Adam Marusic (kiri).--Instagram @jeremieboga
Situasi ini tak lepas dari ketatnya persaingan di lini depan Juventus. Nama-nama seperti Jonathan David, Dusan Vlahovic, hingga opsi false nine seperti Kenan Yildiz dan Jeremie Boga lebih sering dipercaya oleh Spalletti.