Framing Isu Merger NasDem-Gerindra, Konten Tempo Kembali Dinilai Menyesatkan

Rabu 15-04-2026,06:22 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Gunawan Sutanto

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Timur akhirnya menyampaikan sikap resmi terkait laporan Majalah Tempo yang mengangkat isu merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, menilai pemberitaan tersebut, yang juga disertai visualisasi sampul mencolok, dinilai memicu kegaduhan di ruang publik.

Lita menegaskan bahwa narasi dalam laporan tersebut tidak berasal dari pernyataan resmi internal partai. Legislator Komisi X DPR RI itu menilai framing yang dibangun berpotensi membentuk persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal perbedaan tafsir, tetapi sudah menyentuh sensitivitas kader dan simpatisan Partai NasDem di berbagai daerah.

Narasi yang menggambarkan seolah Partai NasDem akan dilebur atau "dicaplok" oleh partai lain disebutnya tidak berdasar dan berisiko menyesatkan publik, bahkan berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Ia juga mengkritisi aspek visualisasi dalam produk jurnalistik tersebut. Menurutnya, ilustrasi yang ditampilkan tidak hanya problematik secara substansi, tetapi juga berpotensi merendahkan martabat partai serta kepemimpinan nasional.

"Produk jurnalistik semestinya tetap berpijak pada etika pers, keberimbangan informasi, serta kehati-hatian dalam menyajikan simbol visual," ujar legislator DPR RI asal Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) itu.

Meski demikian, DPW Partai NasDem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, kebebasan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi.

BACA JUGA:Anggota DPR RI asal Surabaya, Lita Machfud Arifin Dukung Alih Status PPPK Menjadi PNS Tanpa Tes dan Batas Usia

Sebagai bentuk respons, DPW Partai NasDem Jawa Timur menyampaikan tiga tuntutan kepada Majalah Tempo.

Pertama, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Partai NasDem beserta seluruh kader dan simpatisan.

Kedua, memuat klarifikasi resmi secara proporsional atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat.

Ketiga, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga etika pers, akurasi, dan kualitas jurnalistik ke depan.

Politisi NasDem Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa partainya tetap berdiri mandiri serta konsisten memperjuangkan politik berbasis gagasan.

Ia turut mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai tidak berdasar.

Di akhir pernyataannya, anggota Komisi X DPR RI tersebut mengimbau semua pihak agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat.

Kategori :