Isu Merger NasDem–Gerindra Menguat, Ketua DPP Nasdem Singgung Sejarah Blok Politik
Ketua DPP NasDem, Willy Aditya angkat suara mengenai Isu blok politik NasDem Gerindra--
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Isu penyatuan antara Partai NasDem dan Gerindra menjadi satu kekuatan politik tampak semakin serius. Hal ini membuka peluang lahirnya blok politik baru di Indonesia.
Kabar tersebut tidak sepenuhnya dibantah oleh sejumlah elite NasDem. Namun, mereka menegaskan bahwa istilah merger tidak tepat untuk menggambarkan wacana ini.
Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, menyampaikan bahwa gagasan yang diajukan Ketua Umum Surya Paloh bukanlah penggabungan partai. Ia menyebut konsep yang ditawarkan lebih mengarah pada pembentukan blok politik atau political block.
BACA JUGA:NasDem Tak Gabung Kabinet, Prabowo dan Surya Paloh Berpelukan
BACA JUGA:Sekjen Nasdem Beri Tanggapan Terkait Pertemuan Prabowo Dengan Surya Paloh
"Nah, apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah Political Block. Block Politik, bukan merger," ucap Willy di Kompleks Perlemen pad Senin 13 April 2026.
Willy menilai blok politik sebagai langkah untuk menyatukan visi dan tujuan dalam satu arah yang sama. Ia menegaskan kerja sama ini tidak berbasis kepentingan transaksional.
Ia juga menjelaskan bahwa selama ini Indonesia lebih familiar dengan istilah koalisi. Namun, koalisi biasanya hanya digunakan saat proses pencalonan dan tidak berlanjut dalam pemerintahan karena sistem yang dipakai adalah presidensial.
BACA JUGA:Prabowo Panggil Surya Paloh 'Mas Brewok' di Kongres Nasdem: Sejak Dulu Saya Ingin Punya Jenggot!
BACA JUGA:Surya Paloh Berpotensi Jabat Ketua Umum DPP NasDem Lagi, Didukung 38 DPW Se-Indonesia
Meski wacana tersebut berkembang, Willy belum memaparkan secara rinci rencana terkait potensi penyatuan NasDem dan Gerindra.
Sejarah Blok Politik Front Nasional
Willy juga menyebut Indonesia pernah mengalami fusi partai. Saat itu, partai-partai Islam dilebur menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sementara kelompok nasionalis disatukan dalam Partai Demokrasi Indonesia.
Ia memberi contoh lain dari konsep blok politik melalui Golongan Karya. Kekuatan ini lahir dari Sekretariat Bersama yang menghimpun tiga organisasi.
Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong.
BACA JUGA:NasDem Belum Putuskan Dukung Prabowo Dua Periode
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: cnnindonesia.com