BACA JUGA:Viral 'Susu Sekolah' Beredar di Minimarket, BGN: Tak Ada Monopoli di Program MBG
BACA JUGA:BGN Hentikan Sementara 9 SPPG di Gresik, Buntut Temuan Kelapa Utuh di Menu MBG
"Mulai dari proses awal, perencanaannya itu apakah sudah dilakukan analisis kebutuhannya sehingga nanti berujung kepada spesifikasi kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan?" ujar Budi.
"Kemudian terkait dengan kebutuhan, apakah kebutuhan itu merata? Artinya, kendaraan dengan spek demikian itu rata dibutuhkan di semua lokasi atau seperti apa?" lanjutnya.
Selain itu, KPK juga menyoroti pemilihan vendor dalam proyek tersebut. PT Yasa Artha Trimanunggal yang disebut sebagai pemenang pengadaan dinilai belum memiliki jaringan dealer atau penyalur yang luas.
"Dalam konteks pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kan tentu itu harus dilihat, mengapa misalnya vendor A yang menang, gitu kan? Pasti ada argumentasi-argumentasi dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Nah, itu yang kemudian nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
KPK menegaskan akan terus mencermati proses pengadaan tersebut untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel, sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam proyek bernilai besar tersebut. (*)