Mobil listrik BYD pabrikan Tiongkok yang cukup mendominasi pasar otomotif di Indonesia.-dok disway-
Parkir di Tempat Teduh
Kebiasaan sederhana itu sering diabaikan. Parkir di bawah pohon rindang atau di dalam garasi bisa mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Sebab, sinar matahari menjadi penyebab utama chalking. Tapi jika tidak ada pilihan, gunakan cover mobil berbahan lembut dan breathable.
Hindari Kontaminasi yang Menempel Terlalu Lama
Kotoran seperti debu, air hujan asam, kotoran burung, hingga getah pohon bisa mempercepat kerusakan cat mobil jika tidak segera dibersihkan. Pada mobil putih, noda itu juga lebih mudah meninggalkan bekas permanen.
Lakukan Polishing Jika Sudah Kusam
Jika cat mulai terlihat kusam atau menguning, polishing bisa menjadi solusi. Proses itu mengikis lapisan tipis cat untuk mengembalikan kilapnya. Namun, jangan terlalu sering. Karena bisa menipiskan lapisan clear coat.
BACA JUGA:Beralih ke CNG, Cara Cerdas Tekan Biaya BBM Mobil Harian
BACA JUGA:Indonesia Mulai Produksi Mobil listrik, Prabowo: Bukan Raksasa Tidur Lagi, Sudah Bangun
Pelapisan: Investasi Jangka Panjang
Bagi pemilik mobil yang ingin perlindungan ekstra, lapisan seperti nano ceramic bisa jadi pilihan. Teknologi itu menciptakan lapisan keras yang melindungi kucing dari sinar UV, udara, dan kotoran.
Merawat mobil putih memang membutuhkan perhatian lebih. Namun, dengan perawatan yang tepat dan konsisten, warna putih bisa tetap terlihat bersih, cerah, dan bebas dari kesan “tua”.
Di bawah matahari tropis yang terik, perlindungan ekstra bukan lagi pilihan. Melainkan kebutuhan. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.