HARIAN DISWAY – Ibu kota Pakistan, Islamabad, berada dalam siaga satu pada hari ini, Senin, 20 April 2026, menyambut kedatangan delegasi negosiator Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan untuk melanjutkan perundingan damai guna mengakhiri perang dengan Iran, menyusul pertemuan tatap muka pertama pada 11-12 April lalu yang berakhir tanpa kesepakatan.
Pihak berwenang Pakistan telah meningkatkan pengamanan secara drastis di seluruh kota hingga ke Rawalpindi. Aparat melakukan penyekatan jalan dan pembatasan lalu lintas, sementara penjagaan ketat terlihat di sekitar hotel-hotel dengan tingkat keamanan tertinggi seperti Marriott dan Serena, yang menjadi lokasi utama perundingan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi keberangkatan timnya melalui platform Truth Social. Meskipun menyatakan sedang melakukan "percakapan yang sangat baik", Trump tetap melontarkan retorika keras terhadap Teheran.
"Amerika Serikat akan melumpuhkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan di Iran. TIDAK ADA LAGI Mr. NICE GUY!" tegas Trump.
BACA JUGA:Tambah Runyam! Iran Masih Enggan Negosiasi Tahap Kedua, Blokade AS Jadi Penghambat
Trump memperingatkan bahwa ia tidak akan ragu melakukan tindakan militer yang menurutnya telah tertunda selama 47 tahun. Ia menuntut Iran menerima proposal "kesepakatan yang masuk akal" dan mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika mereka menolak.
Di sisi lain, sikap skeptis datang dari Teheran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengakui adanya kemajuan dalam komunikasi diplomatik, namun menegaskan bahwa posisi kedua pihak masih jauh dari kesepakatan akhir.
Tentara AS mengamati aktivitas lalu lintas kapal di Laut Arab selatan Selat Hormuz, AS mempertahankan blokade ke pelabuhan-pelabuhan Iran jelang negosiasi putaran kedua di Islamabad-US Centcom-
"Kita masih jauh dari diskusi akhir," ujar Ghalibaf dalam pidato di televisi Iran pada Sabtu malam, 18 April 2026. Ia menekankan bahwa masih banyak poin fundamental yang belum terselesaikan, terutama terkait blokade pelabuhan.
Situasi di Selat Hormuz pun kian memanas. Jalur perdagangan maritim krusial tersebut tetap ditutup pada hari Minggu, 19 April 2026.
BACA JUGA:Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Sempat Dibuka Beberapa Jam
BACA JUGA:Jelang Perundingan Kedua: Iran Tegaskan Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Diganggu Gugat
Teheran sempat menyatakan akan membukanya kembali setelah gencatan senjata sementara disepakati, namun keputusan itu dibatalkan setelah Trump bersikeras bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga kesepakatan final tercapai.
Ghalibaf memperingatkan bahwa jika blokade tidak dicabut, lalu lintas di Selat Hormuz akan tetap dibatasi. Garda Revolusi Iran bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap kapal yang mencoba melintas tanpa izin akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan dijadikan sasaran serangan.