HUT ke-96 PSSI di Sidoarjo, Tegaskan Target Sepak Bola Indonesia Menuju 2030

Senin 20-04-2026,13:37 WIB
Reporter : Boy Slamet
Editor : Noor Arief Prasetyo

SIDOARJO, HARIAN DISWAY - PSSI merayakan Hari Ulang Tahun ke-96 dengan menggelar acara di Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang dihadiri legenda sepak bola nasional dan pengurus federasi, Minggu, 19 April 2026.

Sejumlah mantan pesepak bola nasional turut meramaikan perayaan tersebut, di antaranya Freddy Muli, Subangkit, M Zein Alhadad, Hadi Ismanto, Hartono, Arif Suyono, dan Anang Ma’ruf. Selain itu, nama-nama seperti Yusuf Ekodono, Gusnul Yakin, Maura Hally, hingga Evan Dimas Darmono juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.

Acara ini juga dihadiri jajaran pengurus PSSI, termasuk Wakil Ketua Umum Zainuddin Amali dan Ratu Tisha, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, serta anggota Komite Eksekutif Ahmad Riyadh. Kehadiran mereka menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat fondasi sepak bola nasional.

“Kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh anggota PSSI. Pemain, wasit, pelatih, dan para pelaku di seluruh negeri yang terus berjuang dan tidak pernah lelah untuk membangun sepak bola Indonesia,” ujar Ratu Tisha.

BACA JUGA:Persis Solo Ajukan Banding ke Komdis PSSI Soal Pelanggaran Suporter Saat Lawan Persijap

BACA JUGA:PSSI Akui Timnas Indonesia akan Naturalisasi Lagi, John Herdman Minta 2 Pemain!

Menurutnya, PSSI sebagai organisasi tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan sepak bola nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga pemangku kepentingan lainnya sebagai kunci mencapai target jangka panjang.

“PSSI sebagai organisasi adalah lokomotif penggerak sepak bola Indonesia. Akan tetapi, PSSI tidak bisa berdiri sendirian. Jadi pada momen ulang tahun kali ini kami juga mengajak semua pihak untuk bersinergi bersama-sama sesuai dengan tema tahun ini, yakni Membangun Sepak Bola Indonesia,” terang Tisha.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PSSI tidak hanya memiliki visi, tetapi juga terus bekerja secara konkret melalui program pembinaan berjenjang dari usia dini hingga level senior. Upaya tersebut diarahkan untuk mencapai target besar menuju tahun 2030.

“Kami tidak hanya berharap, kami bekerja. Kami akan selalu bekerja untuk Indonesia, dari usia dini hingga senior. Dan kami tetap pada target di 2030,” ungkapnya.

BACA JUGA:Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman, Akan Didampingi Pelatih Lokal dari PSSI

BACA JUGA:Breaking News! PSSI Resmi Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia

Selain itu, Ratu Tisha juga menyoroti pentingnya kompetensi dan tata kelola organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun sepak bola yang profesional dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas tanpa membedakan latar belakang gender.

“Saya tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Semua harus bertarung dengan kompetensi. Yang terpenting adalah kedalaman pengetahuan terhadap bidang yang ditekuni,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data, fakta, dan analisis yang kuat agar memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Menurutnya, peningkatan kompetensi harus terus dilakukan untuk menjaga fondasi organisasi tetap kuat.

Kategori :