HARIAN DISWAY – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan sebanyak 70 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana Banjir Sumatera di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, rampung pada Mei 2026.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memastikan percepatan pembangunan tersebut saat meninjau langsung lokasi dengan di dampingi Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan pada Senin, 20 April 2026.
Ia menyebut pembangunan huntap menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan warga pascabencana.
“Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati,” ujar Suharyanto.
BACA JUGA:Daftar 921 Gempa Susulan di Sulut-Malut, BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai
BACA JUGA:Update BNPB Gempa M7,6: 1 Korban Jiwa, 233 Gempa Susulan, dan Ratusan Bangunan Rusak
Secara keseluruhan, terdapat 103 unit huntap yang dibangun melalui kolaborasi BNPB dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Selain 70 unit tahap pertama, sebanyak 33 unit lainnya saat ini masih dalam proses pembangunan lanjutan.
Setiap unit huntap dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta taman kecil. Selain itu, bangunan dirancang tahan gempa dan berada di lokasi yang relatif aman dari potensi banjir maupun longsor.
Proses pembangunan huntap di Tapanuli Utara yang ditargetkan rampung pada Juni 2026--BNPB
Di sisi lain, BNPB juga memastikan bantuan bagi warga selama masa transisi tetap berjalan. Saat ini masih terdapat 40 kepala keluarga (KK) yang tinggal di hunian sementara, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal.
Untuk mendukung kebutuhan warga, BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan per KK. Bantuan tersebut kini memasuki tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026.
BACA JUGA:Gempa M7,6 Guncang Sulawesi dan Maluku Utara, Kepala BNPB Imbau Segera Tetapkan Status Darurat
BACA JUGA:BNPB Ingatkan Warga Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem Meski Banjir Mulai Surut
“Kita harapkan pada bulan Juni mendatang, seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini. Sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi,” tegas Suharyanto.
Dengan pembangunan sinergitas antara pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, diharapkan dapat menjadi bentuk dalam memprioritaskan kesejahteraan masyarakat pasca bencana.