Momen gol Riyan Ardiansyah (kiri) ke gawang Madura United di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 17 April 2026.-Boy Slamet -Harian Disway
Kekalahan di kandang sendiri turut berdampak pada mental pemain. Dukungan besar dari Bonek, seharusnya menjadi energi tambahan belum mampu diterjemahkan menjadi performa maksimal di lapangan.
Justru, tekanan semakin terasa ketika kemenangan tidak tercapai. Tantangan berikutnya pun tidak kalah berat. Persebaya dijadwalkan menjalani dua laga tandang secara beruntun.
Persebaya akan menghadapi Malut United dan Arema FC. Selain faktor taktik, kondisi skuad juga menjadi perhatian.
Beberapa pemain yang mengalami cedera membuat opsi rotasi semakin terbatas. Hal itu memaksa tim pelatih untuk memaksimalkan pemain yang tersedia, sekaligus mencari komposisi paling ideal di tengah keterbatasan.
Meski lini serang masih mampu mencetak gol, keseimbangan permainan tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Tanpa pertahanan yang solid, dominasi di lapangan berpotensi kembali tidak menghasilkan poin maksimal.
Dua pertandingan tandang yang akan datang dipandang sebagai momen krusial bagi Persebaya. Hasil dari laga tersebut berpengaruh pada posisi di klasemen juga bisa menentukan arah strategi tim hingga akhir musim. (*)