Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tetap Akan Blokir Selat Hormuz

Kamis 23-04-2026,13:54 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Situasi di kawasan Timur Tengah masih tertahan pada titik buntu setelah Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) tetap diberlakukan.

Meski masa gencatan senjata telah diperpanjang, ketegangan di jalur perairan strategis tersebut justru meningkat seiring pengumuman Teheran mengenai penyitaan dua kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut pada Kamis, 23 April 2026.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa hingga Rabu malam, pihaknya telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari operasi blokade terhadap Iran.

Di Washington, Presiden Donald Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia akan mempertahankan gencatan senjata guna memberikan ruang bagi pembicaraan damai yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad.

BACA JUGA:AS dan Iran Nyatakan Siap Tempur Jelang Berakhirnya Tenggat Gencatan Senjata

BACA JUGA:AS dan Iran Restok Amunisi dan Persenjataan Jelang Berakhirnya Masa Gencatan Senjata

Pihak Iran menyambut baik upaya mediasi Pakistan tersebut, namun memberikan catatan kritis terkait efektivitas gencatan senjata di lapangan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi Teheran dalam putaran pertama perundingan di Islamabad, menegaskan posisi negaranya terkait akses maritim tersebut.

"Gencatan senjata yang menyeluruh hanya akan memiliki makna jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran gencatan senjata yang mencolok," katanya. 

Ketidakpastian ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak sempat melonjak empat persen sebelum akhirnya melandai pada Kamis pagi. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,06 persen ke level $96,73 per barel, sementara Brent North Sea naik 3,62 persen ke angka $105,63.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Pungutan di Selat Hormuz, Tegaskan Prinsip Kebebasan Navigasi

BACA JUGA:Iran: Tak Ada Perundingan Selama Blokade AS Masih Berjalan

Presiden Trump menyatakan harapannya agar kepemimpinan Iran dapat memberikan proposal perdamaian, sebuah langkah yang dinilai pengamat sebagai upaya menghindari dimulainya kembali perang terbuka. Trump menyebutkan pembicaraan di Pakistan kemungkinan berlanjut dalam dua hingga tiga hari ke depan, meskipun Wakil Presiden JD Vance menunda perjalanannya ke Islamabad pada Selasa.

Selain masalah keamanan laut, terdapat silang pendapat mengenai isu kemanusiaan. Trump mengeklaim Iran telah menghentikan rencana eksekusi terhadap delapan wanita yang ditangkap saat protes anti-pemerintah atas permintaannya. Namun, otoritas yudisial Iran segera membantah pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu, serta menegaskan bahwa para wanita tersebut tidak pernah dijatuhi hukuman mati.(*)

Kategori :