Media AS: Perundingan Damai AS-Iran Berpotensi Digelar Lagi 2 Hingga 3 Hari Ke Depan
Suasana jalan menuju Hotel Serena di wilayah Red Zone pusat pemerintahan Pakistan masih dijaga ketat meskipun perundingan damai AS-Iran batal -Asif Hassan/AFP -
HARIAN DISWAY - Perundingan damai putaran kedua gagal berlangsung pada Senin, 20 April 2026 kemarin. Iran tidak mau datang karena menganggap Amerika Serikat (AS) melakukan pelanggaran gencatan senjata dengan blokade di Laut Arab dan menyita kapal tanker Iran.
Untungnya, berakhirnya masa gencatan senjata pada Rabu, 22 April 2026 lalu tidak langsung berbuah pertempuran. Trump menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu pada Iran untuk menyusun proposal perdamaian.
Meski demikian, harapan kedua belah pihak bertemu di satu meja perundingan belum pupus. Telah beredar laporan mengenai kemungkinan pelaksanaan putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. Pertemuan tersebut dikabarkan akan berlangsung dalam kurun waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui laporan New York Post pada Rabu, 22 April 2026, yang mengutip sumber-sumber dari Pakistan serta pernyataan singkat dari Presiden Donald Trump.
BACA JUGA:Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Blokade Laut Tetap Dipertahankan
BACA JUGA:Iran: Tak Ada Perundingan Selama Blokade AS Masih Berjalan
Ketika dikonfirmasi mengenai ekspektasi pihak mediator Pakistan terkait jadwal pertemuan dalam tiga hari ke depan, Trump memberikan sinyal positif.
"Itu mungkin saja!" ujar Trump melalui pesan singkat kepada New York Post.

Warga melintas di Jalan Valiasr, pusat Kota Teheran, Iran, dengan latar berupa billboard raksasa bergambar almarhum Ayatollah Ali Khamenei -Atta Kenare/AFP-
Langkah diplomasi ini menyusul keputusan krusial Trump pada Selasa malam yang memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu tepat sesaat sebelum masa berlakunya habis.
Penundaan serangan militer tersebut secara khusus dilakukan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk memberikan waktu bagi kepemimpinan Iran merumuskan proposal perdamaian yang terpadu.
BACA JUGA:Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tetap Akan Blokir Selat Hormuz
BACA JUGA:Tofan Mahdi: Pemerintah Indonesia Harus Memihak Iran dalam Perang di Timur Tengah
Meskipun jadwal pertemuan mulai terlihat, situasi di lapangan masih dibayangi ketidakpastian. Gedung Putih sebelumnya telah membatalkan keberangkatan Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad yang semula dijadwalkan untuk memimpin delegasi AS. Selain itu, Iran sejauh ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai partisipasi mereka dalam perundingan susulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: