Carrick menilai setiap periode kepelatihan memiliki kondisi yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Ia juga menunjukkan rasa hormatnya kepada Solskjaer sebagai mantan rekan kerja dan teman dekat.
“Kami pernah bekerja sama dan melakukan banyak hal baik, tapi situasinya sekarang berbeda. Perbandingan seperti itu tidak terlalu berarti,” jelasnya.
Michael Carrick tegaskan Bruno Fernandes tak akan dijual usai sang kapten cetak rekor assist dan jadi kunci MU amankan posisi tiga besar klasemen Premier League.--Getty Images
Selain itu, Carrick juga menyadari bahwa dunia sepak bola saat ini sangat dinamis, terutama dalam hal pergantian pelatih.
Dalam beberapa bulan terakhir saja, banyak klub melakukan pergantian manajer. Hal ini menunjukkan betapa besar tekanan untuk meraih hasil instan.
Meski begitu, Carrick mencoba melihat situasi ini dengan sudut pandang positif. Ia percaya bahwa selain hasil jangka pendek, penting juga untuk memikirkan arah jangka panjang tim.
“Memang hasil cepat itu penting, tapi kita juga harus melihat gambaran besar ke depan,” katanya.
BACA JUGA:Newcastle vs Man United 2-1: Kekalahan Pertama Setan Merah di Era Michael Carrick
BACA JUGA:Sesko On Fire, Carrick Yakin Man United Bakal Tembus Liga Champions
Di tengah ketidakpastian soal posisinya, Carrick tetap memiliki target yang jelas. Ia ingin membawa Manchester United kembali ke Liga Champions.
Jika mampu meraih kemenangan atas Brentford, peluang United untuk finis di lima besar akan semakin besar. Dengan sisa pertandingan yang ada, United hanya membutuhkan sedikit tambahan poin untuk mengamankan posisi tersebut.
Oleh karena itu, fokus utama Carrick saat ini adalah menjaga performa tim tetap stabil hingga akhir musim.
Pada akhirnya, masa depan Carrick di Old Trafford mungkin belum pasti. Namun yang jelas, ia sedang membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih dengan membawa tim kembali bersaing di papan atas. (*)