BACA JUGA:Shirataki Rice Bisa Digunakan untuk Diet, Asalkan Harus Seimbang!
1. Awali dengan durasi ringan, seperti pola 12 jam puasa dan 12 jam makan
2. Sesuaikan jadwal makan dengan aktivitas harian
3. Perbanyak minum air putih saat puasa
4. Hindari aktivitas fisik berat selama masa puasa
Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Terutama bagi ibu hamil, menyusui, penderita penyakit tertentu, atau usia di bawah 18 tahun.
Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
RASA LAPAR yang intens merupakan salah satu dampak yang muncul pada awal intermittent fasting.-Ron Lach-Pexels
Pada awal penerapan, beberapa efek samping mungkin muncul, seperti:
1. Rasa lapar yang lebih intens
2. Tubuh terasa lemas, pusing, atau sulit fokus
3. Gangguan tidur
4. Masalah pencernaan
5. Perubahan suasana hati
6. Penurunan gula darah (hipoglikemia)
7. Siklus menstruasi yang tidak teratur
BACA JUGA:Volume Eating, Metode Diet Dengan Makan Banyak yang Efektif Turunkan Berat Badan
BACA JUGA:Diet Rendah Natrium, Cara Efektif Turunkan Hipertensi dan Jaga Kesehatan Tubuh
Umumnya, efek tersebut bersifat sementara dan akan membaik seiring adaptasi tubuh. Namun, jika keluhan terasa berat atau berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar tetap aman saat menerapkan intermittent fasting. (*)
*) Mahasiwa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.