Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut

Senin 27-04-2026,08:16 WIB
Reporter : Akmelia Rabbani
Editor : Indria Pramuhapsari

BACA JUGA:Shirataki Rice Bisa Digunakan untuk Diet, Asalkan Harus Seimbang!

1. Awali dengan durasi ringan, seperti pola 12 jam puasa dan 12 jam makan
2. Sesuaikan jadwal makan dengan aktivitas harian
3. Perbanyak minum air putih saat puasa
4. Hindari aktivitas fisik berat selama masa puasa

Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Terutama bagi ibu hamil, menyusui, penderita penyakit tertentu, atau usia di bawah 18 tahun.

Efek Samping yang Perlu Diperhatikan


RASA LAPAR yang intens merupakan salah satu dampak yang muncul pada awal intermittent fasting.-Ron Lach-Pexels

Pada awal penerapan, beberapa efek samping mungkin muncul, seperti:

1. Rasa lapar yang lebih intens
2. Tubuh terasa lemas, pusing, atau sulit fokus
3. Gangguan tidur
4. Masalah pencernaan
5. Perubahan suasana hati
6. Penurunan gula darah (hipoglikemia)
7. Siklus menstruasi yang tidak teratur

BACA JUGA:Volume Eating, Metode Diet Dengan Makan Banyak yang Efektif Turunkan Berat Badan

BACA JUGA:Diet Rendah Natrium, Cara Efektif Turunkan Hipertensi dan Jaga Kesehatan Tubuh

Umumnya, efek tersebut bersifat sementara dan akan membaik seiring adaptasi tubuh. Namun, jika keluhan terasa berat atau berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar tetap aman saat menerapkan intermittent fasting(*)

*) Mahasiwa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Kategori :