PERGURUAN TINGGI (perti) di Indonesia kini menghadapi tuntutan baru. Tidak lagi cukup unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi.
Kritik lama tentang kampus sebagai ”menara gading” kembali menguat, terutama ketika banyak hasil riset berhenti pada publikasi ilmiah tanpa terhubung dengan kebutuhan industri maupun persoalan riil di lapangan (masyarakat).
Dalam konteks ini, konsep kampus berdampak berbasis riset menjadi kunci akselerasi menuju kemandirian perti. Kampus tidak lagi sekadar pusat produksi pengetahuan, tetapi harus bertransformasi menjadi penggerak inovasi, ekonomi, dan solusi sosial.
Perti menghadapi situasi yang kompleks untuk menuju kampus berdampak. Riset perti masih belum optimal dan belum mampu menguatkan hilirisasi dan melalui riset aksi. Riset perti sejauh ini masih banyak pada skema riset dasar dan fundamental.
BACA JUGA:UNUSA Kampus NU yang Inklusif
BACA JUGA:Krisis Sunyi Kampus Swasta
RISET SEBAGAI PENGGERAK UTAMA TRIDARMA
Transformasi itu menuntut penataan ulang pelaksanaan tridarma perti. Selama ini pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat cenderung berjalan secara parsial.
Padahal, untuk menghasilkan dampak yang signifikan, ketiganya harus terintegrasi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Secara strategis, tridarma Perti dapat diarahkan dengan komposisi: pendidikan (20%), riset (40%), pengabdian kepada masyarakat (30%), dan fungsi pendukung lainnya (10%), seperti hilirisasi, tata kelola, dan internasionalisasi.
Dalam kerangka itu, riset berperan sebagai penggerak utama, sedangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi medium diseminasi dan implementasi hasil riset.
BACA JUGA:Kampus Berdampak dan Tuntutan Mahasiswa Berprestasi
BACA JUGA:Resiliensi Perguruan Tinggi Indonesia di Tengah Hadirnya Kampus Asing
Pendekatan itu mendorong perguruan tinggi menuju research-driven university, yakni seluruh aktivitas akademik bertumpu pada riset yang produktif, relevan, dan berdampak.
ORIENTASI TRIDARMA: DARI INOVASI KE IMPLEMENTASI