BEKASI, HARIAN DISWAY - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga kisah pilu dari para korban selamat. Di tengah tragedi tersebut, delapan penumpang diketahui selamat tepat di hari ulang tahun mereka.
Data korban menunjukkan, delapan orang yang selamat memiliki tanggal lahir yang sama dengan hari kejadian, yakni 27 April. Momen yang seharusnya menjadi hari bahagia justru berubah menjadi pengalaman traumatis.
BACA JUGA:Imbas Tabrakan Kereta Bekasi, Berikut Daftar KA Batal dan Terlambat di Daop 8 Surabaya Hari Ini!
BACA JUGA:Update Tabrakan Kereta di Bekasi, Identifikasi 10 Jenazah Korban Terungkap, Alami Multiple Trauma
Daftar Korban Selamat yang Berulang Tahun
Berikut nama-nama korban selamat yang mengalami kecelakaan di hari ulang tahunnya:
- Hari Sepriyansyah (27 April 1996)
- Rudi Saputra (27 April 1996)
- Muchlis (27 April 1996)
- Yuliana (27 April 1997)
- Riki (27 April 2001)
- Stevani Sofia (27 April 2004)
- M. Anwar (27 April 1996)
- Rivan (27 April 1994)
Sebagian dari mereka bahkan lahir di tahun yang sama, menambah keunikan sekaligus ironi dalam peristiwa tersebut.
BACA JUGA:Update Tabrakan Kereta di Bekasi, Identifikasi 10 Jenazah Korban Terungkap, Alami Multiple Trauma
BACA JUGA:Kemenhub Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan Kereta Api, Siapkan Audit Keselamatan
Kronologi Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line yang ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi.
"Ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam. Terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya, yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia," ujar Sandhi Wiedyanoe.
Berdasarkan penjelasan, kecelakaan bermula dari sebuah taksi listrik yang mogok di perlintasan rel dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian ditabrak KRL yang melintas.
Benturan itu menyebabkan gangguan operasional di jalur rel. Dalam kondisi tersebut, KRL yang berhenti di stasiun kemudian ditabrak kereta jarak jauh dari belakang dengan kecepatan tinggi.
Akibat tabrakan tersebut, gerbong belakang KRL mengalami kerusakan parah. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.