DALAM beberapa tahun terakhir, perubahan sosial dan ekonomi telah mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan penitipan anak (daycare), terutama di wilayah urban. Banyak keluarga kini bergantung pada daycare sebagai solusi praktis ketika kedua orang tua bekerja.
Daycare tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam kehidupan modern. Dalam konteks masyarakat urban, transformasi itu terlihat makin nyata dan sulit dihindari.
Pertama, meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja menjadi faktor utama. Jika pada masa lalu pengasuhan anak lebih banyak dilakukan ibu di rumah, kini banyak perempuan yang berperan sebagai pencari nafkah.
Kondisi itu bukan semata pilihan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi keluarga yang kian tinggi. Biaya hidup yang meningkat, mulai kebutuhan dasar, pendidikan, hingga kesehatan, yang kemudian mendorong keluarga untuk memiliki dua sumber pendapatan.
BACA JUGA:Viral CCTV Kekerasan Anak di Daycare Banda Aceh, Pengasuh Ditangkap dan Tempat Ditutup
BACA JUGA:Menggetarkan Hati Ortu, 53 Balita Korban Daycare di Yogyakarta: Anak Diikat agar Diam
Akibatnya, waktu yang tersedia untuk pengasuhan langsung menjadi terbatas dan daycare hadir sebagai solusi praktis untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Kedua, perubahan struktur keluarga turut memperkuat kebutuhan akan daycare. Keluarga besar yang dahulu berfungsi sebagai sistem pendukung (misalnya, kakek-nenek atau kerabat yang membantu mengasuh anak) kini makin jarang ditemukan, terutama di perkotaan.
Banyak pasangan muda hidup dalam keluarga inti yang terpisah dari orang tua mereka, baik karena mobilitas kerja maupun urbanisasi. Dalam situasi itu, daycare menggantikan peran dukungan sosial tradisional yang sebelumnya tersedia dalam keluarga besar.
Ketiga, tuntutan profesional dan budaya kerja modern juga berkontribusi. Jam kerja yang panjang, mobilitas tinggi, dan ekspektasi produktivitas membuat orang tua sulit untuk secara konsisten mendampingi anak sepanjang hari.
BACA JUGA:DPR Soroti Kasus Daycare Yogyakarta, 53 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan
BACA JUGA:Tips Penting sebelum Menitipkan Anak di Daycare, Orang Tua Wajib Perhatikan Hal Ini
Bahkan, dalam beberapa sektor pekerjaan, fleksibilitas waktu masih terbatas. Daycare kemudian menjadi institusi yang memungkinkan orang tua tetap memenuhi tuntutan pekerjaan tanpa sepenuhnya mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak.
Dari perspektif psikologi perkembangan, kebutuhan itu juga berkaitan dengan pentingnya lingkungan pengasuhan yang stabil dan terstruktur. Menurut teori ekologi perkembangan dari Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi berbagai sistem lingkungan, termasuk keluarga dan institusi seperti daycare.
Ketika keluarga tidak mampu menyediakan pengasuhan sepanjang waktu, daycare menjadi bagian dari mikrosistem yang berperan langsung dalam perkembangan anak. Artinya, daycare bukan hanya ”tempat menitipkan anak”, melainkan juga lingkungan perkembangan yang signifikan.