Kapan Hardiknas 2026? Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya?

Kamis 30-04-2026,10:50 WIB
Reporter : Abidah Hayu Anggonoraras
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - HHari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi salah satu momen penting di Indonesia yang diperingati setiap tahun.

Peringatan itu tentu saja bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi waktu refleksi untuk memahami kembali makna pendidikan dan peran penting guru serta tenaga pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lalu, kapan Hardiknas 2026 diperingati? Berikut penjelasan lengkap mulai dari tanggal, sejarah, hingga cara merayakannya.

BACA JUGA:Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Sekolah di Magelang, Target Nasional 71 Ribu Satuan Pendidikan

BACA JUGA:Komisi X DPR RI Soroti Wacana Penutupan Prodi, Dorong Transformasi Bukan Penghapusan

Kapan Hardiknas 2026 diperingati?

Setiap 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas dirayakan sesuai Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang ditetapkan pada 16 Desember 1959.

Penetapan ini berlaku secara nasional karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh perintis pendidikan di Indonesia.

Menjadi momen bersejarah, Hardiknas digunakan untuk mengenang perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Tahun 2026, peringatan Hardiknas jatuh pada Sabtu, 2 Mei. Walau bertepatan dengan akhir pekan, sekolah dan lembaga pendidikan tetap bisa menggelar peringatan pada hari Senin.

BACA JUGA:Prodi Tak Relevan dengan Kebutuhan Industri Mau Ditutup, Pakar Ingatkan Reduksi Peran Perguruan Tinggi

BACA JUGA:Daya Tampung SNBT 2026 Dibuka, Begini Cara Memilih Prodi!

Sejarah Hardiknas

Awal mula Hari Pendidikan Nasional berakar dari perkembangan gerakan pendidikan di Indonesia, salah satunya melalui Konferensi Besar Budi Utomo pada 1928.

Sebagai pelopor, organisasi ini mendorong lahirnya gerakan nasional yang menekankan pendidikan sebagai dasar pembangunan negara.

Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh mulai menggagas agar pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama demi kemajuan Indonesia.

Di masa itu, Ki Hadjar Dewantara termasuk tokoh yang menolak kebijakan pendidikan yang diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kategori :