Temui Dubes RI di Malaysia, Khofifah Perkuat Perdagangan dan Kerja Sama Pendidikan Jatim

Kamis 30-04-2026,12:34 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Thoriq S Karim

Khofifah juga menyoroti kekuatan Jatim di sektor pangan. Berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, gula hingga protein hewani kini mampu dipenuhi dari produksi dalam daerah.

BACA JUGA:Khofifah Resmikan Line 4 Satoria Farma Pasuruan, Perkuat Pasokan Infus RS di Jatim

BACA JUGA:Jatim Waspada Kemarau Panjang 8 Bulan, Khofifah Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

“Jawa Timur bergerak menuju kedaulatan pangan. Ini menjadi modal penting untuk ekspansi pasar,” jelasnyi.

Penguatan sektor peternakan juga terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan teknologi dan pembangunan Grand Parent Stock (GPS) guna meningkatkan kualitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Di sisi lain, sinergi dengan perguruan tinggi turut menjadi perhatian. Kolaborasi riset dan inovasi diyakini mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus membuka peluang pasar baru.

Selain perdagangan, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Khofifah mendorong adanya kolaborasi antar perguruan tinggi serta pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA:DPRD Gresik Kawal Implementasi Perda Pekerja Migran: Tingkatkan Literasi demi Migrasi Aman

BACA JUGA:Bank Jatim Upgrade JConnect, Sistem Keamanan Lebih Canggih, Top Up E-Wallet Kini Semakin Lengkap

su perlindungan pekerja migran Indonesia juga menjadi bagian pembahasan. Khofifah menekankan pentingnya koordinasi terkait regulasi ketenagakerjaan agar perlindungan bagi pekerja semakin optimal.

Dubes RI untuk Malaysia menyambut positif langkah Jawa Timur. Ia menilai Jatim sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan potensi besar di sektor industri dan perdagangan.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis. Banyak peluang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama Malaysia,” ujarnya.

Ia juga menilai peluang pasar global semakin terbuka. Termasuk bagi negara dengan ketergantungan impor tinggi seperti Maladewa.

BACA JUGA:Jelang Idul Adha 1447 H, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Surplus

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi kedua pihak. Tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga pendidikan dan pengembangan SDM.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur akan terus membuka peluang kerja sama global demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kategori :