Khofifah Dampingi Menteri Maruarar Luncurkan BSPS 33 Ribu Rumah di Jatim
Menteri PKP Maruarar Sirait Bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Wonokusumo, Minggu 3 Mei 2026-Pemprov Jawa Timur -
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Jawa Timur tahun 2026.
Peluncuran yang digelar di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya pada Minggu 3 Mei tersebut menandai renovasi masif bagi 33.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Jatim.
Langkah itu menjadi lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat pada 2025, Jatim hanya mendapatkan alokasi sekitar 2.914 unit. Dengan kenaikan lebih dari sepuluh kali lipat, program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak penurunan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur melalui penyediaan hunian layak.
Khofifah menegaskan bahwa rumah yang layak adalah fondasi utama bagi kesejahteraan keluarga. Menurutnya, intervensi hunian secara langsung akan memperbaiki taraf hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA:Program Rutilahu Pemprov Jatim-Kodam V Sukses, 158 Rumah di Nganjuk Kini Layak Huni
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Pembangunan Perumahan Murah di Lahan Strategis, 824 Unit Disiapkan
“Program BSPS ini sangat strategis karena langsung menyentuh kebutuhan dasar. Dengan hunian yang layak, beban ekonomi berkurang dan kualitas hidup meningkat. Ini adalah bagian penting dari upaya kita memperkuat ekonomi rakyat berbasis komunitas,” ujar Khofifah dikutip Senin, 4 Mei 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa strategi tahun ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penguatan ekonomi. Pemerintah mengintegrasikan BSPS dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta pembiayaan PNM Mekaar bagi perempuan pelaku usaha.
“Kami ingin keluarga penerima manfaat tidak hanya punya rumah bagus, tapi juga punya ketahanan ekonomi. Ekosistem perumahan ini juga menciptakan lapangan kerja. Pembangunan 33.000 rumah ini diprediksi menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja di sektor konstruksi dan material,” kata Maruarar.
BACA JUGA:Prabowo Janji Bangun Daycare dan 1 Juta Rumah untuk Buruh, Ini Rinciannya
BACA JUGA:Apersi Dukung Skema Rumah Subsidi Untuk Kalangan Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT)
Khusus untuk Kota Surabaya, Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang turut hadir menyebutkan terdapat 1.252 kepala keluarga yang terjaring sebagai penerima. Hingga awal Mei, 600 di antaranya sudah terverifikasi. BHS memastikan proses verifikasi akan dipercepat guna mendukung target pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah dan Maruarar meninjau langsung tiga rumah penerima bantuan di Jalan Endrosono. Salah satunya rumah milik Suparno, seorang pekerja serabutan. Kondisi rumahnya yang semula rapuh dan tanpa sanitasi layak kini mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan.
Program BSPS sendiri bekerja dengan skema 'Tender Rakyat', di mana bantuan diberikan sebagai stimulan pembelian bahan bangunan. Guna menjaga transparansi, pemerintah membuka layanan pengaduan BENAR-PKP bagi masyarakat yang menemukan kendala di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan kumuh di Jatim menjadi kawasan hunian sehat dan produktif.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: