Alasannya, undang-undang yang dipakai untuk menjeratnya sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Jadi, Jumhur mengaku statusnya mengambang.
Pelantikan Jumhur menjadi menteri hanya beberapa hari menjelang May Day (Hari Buruh) memunculkan spekulasi bahwa gerakan buruh sudah terkooptasi dan masuk menjadi bagian dari korporatisme negara.
Gerakan buruh di Indonesia banyak friksi dan faksi. Jumhur mewakili KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), salah satu simpul gerakan buruh yang cukup besar, sekitar 40 persen dari total kekuatan gerakan. Ia mewakili sayap kanan yang punya afiliasi dengan kalangan Islam politik.
Simpul lain yang berpengaruh adalah KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) yang dipimpin Said Iqbal. Simpul itu memilih jalur perjuangan melalui partai politik dengan membentuk Partai Buruh.
Pada Pilpres 2019 Iqbal mendukung Prabowo dan punya hubungan yang dekat. Ia disebut-sebut sebagai calon menteri. Namun, ia sekarang disalip Jumhur.
Masih ada simpul lain yang dipimpin Andi Gani Nuwawea yang cukup berpengaruh. Andi sudah terlebih dahulu masuk ke lingkar kekuasaan sebagai komisaris utama BUMN konstruksi.
Satu lagi pemimpin buruh Ilhamsyah dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang masuk ke kekuasaan sebagai komisaris PT Pelindo.
Fenomena itu menjadi pertanyaan akan independensi gerakan buruh di Indonesia. Masuknya para pimpinan gerakan buruh ke lingkar kekuasaan membuat gerakan buruh di Indonesia menjadi jinak.
Hanya tersisa sedikit gerakan buruh yang masih berada di jalur luar kekuasaan, seperti Gebrak, tapi pengaruhnya kecil.
Melihat konstelasi itu, tidak mengherankan kalau Prabowo Subianto merasa nyaman dan percaya diri ketika tampil di depan massa buruh. Jumat, 1 Mei 2026, ia muncul di depan ribuan buruh yang merayakan May Day. Ia melepas baju dan melemparkannya kepada massa, seperti pertunjukan musik rock.
Jumhur bukan satu-satunya Bang Napi lingkaran istana. Sebelumnya sudah ada Burhanudin Abdullah, mantan gubernur Bank Indonesia, yang divonis lima tahun penjara dalam kasus korupsi aliran dana BI. Ia menjadi inisiator Danantara dan menjadi penasihat ekonomi presiden.
Demi mengamankan kekuasaannya, Prabowo kelihatan enjoy saja dengan para mantan napi. Waspadalah! (*)