BATU, HARIAN DISWAY - Kawasan Jembatan Cangar yang menghubungkan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto selama ini dikenal sebagai titik rawan. Sejumlah kasus bunuh diri yang terjadi di lokasi tersebut membentuk stigma negatif di masyarakat.
Kini, pemerintah mulai mengambil langkah konkret untuk mengubah kondisi itu.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga bersama Polres Batu akan membangun pagar pengaman (safety barrier) di Jembatan Cangar 1 dan 2.
BACA JUGA:Jembatan Cangar Batu Dipasang Pagar dan Lampu, Pemprov Jatim Ingin Hapus Stigma Maut
BACA JUGA:Viral Pria Lumajang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Cangar
Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Pagar Tinggi dan CCTV untuk Pengawasan
Pagar yang dipasang dirancang setinggi 2,5 meter dengan struktur besi kokoh. Desain ini dibuat untuk meminimalisir kemungkinan seseorang memanjat atau melompati pembatas jembatan.
Selain itu, pengawasan akan diperkuat dengan pemasangan kamera CCTV di sepanjang area jembatan. Sistem ini terhubung langsung dengan pusat pemantauan sehingga petugas bisa segera merespons jika ada aktivitas mencurigakan.
BACA JUGA:Innova Plat L Terjun ke Jurang 50 Meter di Jalur Cangar, 2 Tewas, 5 Luka Berat
BACA JUGA:Jalur Pacet-Cangar Dibuka 24 Jam Pasca-Longsor, Gubernur Khofifah Pastikan Aman!
Tak hanya itu, penerangan jalan juga akan ditingkatkan. Penambahan lampu di sepanjang jembatan diharapkan menghilangkan titik gelap yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan.
Desain Estetik untuk Ubah Citra
Meski fokus pada keamanan, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek visual. Pagar tidak akan dibuat menyerupai penjara, melainkan didesain lebih estetis agar tetap nyaman dipandang.
“Pembangunan akan dimulai bulan ini. Tujuannya tidak hanya untuk keamanan, tapi juga meningkatkan visibilitas dan rasa aman bagi pengguna jalan. Desainnya akan dibuat sebaik mungkin supaya kesan menyeramkan di Jembatan Cangar bisa hilang,” ujar AKP Joko Suprianto kepada awak media, dikutip Disway Malang, Senin, 4 Mei 2026.
Upaya ini diharapkan mampu mengubah citra Jembatan Cangar dari lokasi yang dianggap angker menjadi jalur yang aman dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
BACA JUGA:Jalur Pacet-Cangar Beroperasi Selama 3 Hari, BPBD Jatim Sebut Tidak Ada Peristiwa Menonjol