Dugaan Pelecehan Dosen Picu Trauma Mahasiswi Unima hingga Meninggal Dunia, Kampus Serahkan Kasus ke Polisi
Tragis dialami EMM, mahasiswi Universitas Negeri Manado atau Unima, yang tewas bunuh diri karena diduga trauma dilecehkan oleh dosennya. --Unima
HARIAN DISWAY- Tragedi menimpa EMM, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang meninggal dunia diduga bunuh diri pada 30 Desember 2025.
Peristiwa nahas tersebut diduga berkaitan dengan trauma psikologis akibat pelecehan yang dialaminya oleh seorang dosen berinisial DM.
Korban sempat menuliskan kesaksian mengenai tindakan tidak pantas yang dialaminya di dalam kendaraan dosen tersebut. Kejadian itu mengejutkan warga Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon, tempat korban tinggal di rumah kost Chemara.
EMM diketahui merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Unima asal Kabupaten Siau Timur. Dalam surat yang ditinggalkannya, dia menjelaskan bahwa pada 12 Desember 2025, DM memaksanya masuk ke mobil dengan alasan membahas urusan akademik.
Di dalam kendaraan tersebut, korban mengaku mendapat perlakuan yang melanggar batas dan membuatnya merasa tertekan.
Peristiwa itu menimbulkan trauma mendalam dan rasa takut yang berkepanjangan, sebagaimana dituliskan korban dalam suratnya.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak universitas menyampaikan pernyataan resmi melalui akun media sosial Unima.
BACA JUGA:Presiden Wanita Meksiko Claudia Sheinbaum Jadi Sasaran Tindak Pelecehan Seksual
Klarifikasi Unima
Segenap Keluarga Besar Universitas Negeri Manado menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa meninggalnya salah satu individu yang terjadi di lingkungan universitas.
Peristiwa ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius bagi seluruh civitas akademika.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihak Universitas menegaskan bahwa saat ini kami sedang melakukan penanganan secara serius dan bertanggung jawab, serta bekerja sama penuh dengan pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Seluruh proses penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada aparat berwenang guna memastikan kejelasan fakta dan penyebab peristiwa secara objektif dan transparan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: