BACA JUGA:5 Film Indonesia yang Tayang saat Libur Lebaran, Ada Jumbo Hingga Norma yang Kasusnya Viral
BACA JUGA: 5 Film Indonesia yang Populer di Kancah Internasional
Sinema Indonesia kontemporer punya kebiasaan yang sulit dilepaskan. Ia senang bicara tentang yang terpinggirkan, tapi jarang benar-benar masuk ke dalamnya. Paradoks.
Konflik agraria muncul sebagai latar, tradisi lokal dipakai sebagai kostum, dan tubuh-tubuh yang menanggung beban sejarah sering kali hanya menjadi bukti bahwa filmnya punya kepedulian sosial. Dan, separuh bagian Para Perasuk ada di situ. (*)
*) Mahasiswa Pascasarjana Media dan Komunikasi Unair