JAKARTA, HARIAN DISWAY - WHO menegaskan bahwa kasus wabah hantavirus mematikan yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di kawasan Samudra Atlantik tidak mengarah pada munculnya pandemi baru seperti Covid-19.
"Ini bukan awal dari sebuah pandemi," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove saat konferensi pers di Jenewa, dikutip dari Antaranews, pada Kamis, 7 Mei.
Menurutnya, kasus tersebut berbeda dengan Covid-19. "Sebagian besar hantavirus sama sekali tidak menular antarmanusia," sambungnya.
BACA JUGA:Fakta Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: 3 Tewas, Ratusan Penumpang Terjebak
BACA JUGA:WHO Soroti Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, Ruang Tertutup Jadi Risiko Sistemik
Ia juga menjelaskan bahwa penularan virus tersebut umumnya terjadi dari hewan pengerat kepada manusia melalui air liur, feses, maupun kotoran tikus.
BACA JUGA:Hantavirus Menular dari Tikus, Belum Ada Vaksin, dan Bisa Sebabkan Kematian
Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan, hantavirus merupakan penyakit yang dipicu oleh virus dari genus Hantavirus dalam famili Bunyaviridae dan menyebar melalui rodensia seperti tikus maupun mencit.
Paparan virus ini dapat memicu gangguan pada sistem paru-paru seseorang. Penularannya terjadi saat seseorang menghirup aerosol atau partikel di udara yang telah terkontaminasi virus dari urine, tinja, maupun air liur rodensia pembawa penyakit tersebut.
Dampak kesehatan yang muncul pada penderita dapat berbeda, bergantung pada jenis hantavirus yang menginfeksi.
BACA JUGA:Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Lepas Pantai Cape Verde Akibat Suspek Hantavirus
BACA JUGA:Apa Itu Hantavirus? Wabah yang Merebak di Kapal Pesiar dan Menyebabkan 3 Orang Meninggal Dunia
Secara umum, terdapat dua tipe utama hantavirus dengan gejala yang tidak sama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Pada kasus HPS, penderita dapat mengalami gangguan serius pada paru-paru. Jenis ini umumnya dipicu oleh virus Andes dan Sin Nombre yang banyak ditemukan di wilayah Amerika. (*)