Ya, tim Zona Merah tidak sekadar menumpang lokasi. Mereka menggandeng berbagai komunitas Surabaya untuk menginisiasi program edukasi perfilman bertajuk Tamasya Sinema.
Program itu didesain khusus untuk memberikan pengalaman langsung di industri film bagi talenta muda Surabaya, yang diikuti oleh 20 mahasiswa dan 20 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setempat.
"Kami berharap bahwa kedatangan kami ke Surabaya tidak hanya sekadar menumpang dan mengambil gambar," kata Bagas. "Melalui Tamasya Sinema, ada edukasi yang terjadi sehingga ke depan ini bisa memperkenalkan potensi Surabaya ke daerah lain," jelasnya.
BACA JUGA:Cinema Visit Shaka Oh Shaka di Surabaya, Keisha Alvaro Nyanyi Langsung di Depan Penonton
BACA JUGA:Sapa Penonton di Surabaya, Cast Film Senin Harga Naik Angkat Konflik Ibu dan Anak
Dukungan Pemkot Surabaya
Kehadiran tim produksi Zona Merah mendapatkan sambutan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya. Dukungan teknis dari pemkot terlihat dari fasilitasi penutupan sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Lama untuk menunjang kelancaran syuting yang akan bernuansa horor.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang semula dijadwalkan menyambut langsung tim produksi, berhalangan hadir. Kehadirannya diwakilkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto.
"Pemkot Surabaya berkomitmen mendukung penuh kelancaran syuting Zona Merah di Kota Tua ini. Kami persilakan teman-teman sineas untuk memanfaatkan kawasan ini dengan maksimal," kata Lilik.
Sebagai penutup kemeriahan penyambutan sineas ibu kota ini, warga dan tim produksi juga dijadwalkan dapat menikmati kebudayaan khas kota pahlawan dalam perayaan Festival Rujak Uleg yang digelar di hari berikutnya.
*) Peserta Magang Kemenaker RI