Dari Menara Gading ke Lini Produksi (2-Habis): Mengode Relevansi dan Mendekode Kontrol

Sabtu 09-05-2026,13:07 WIB
Oleh: Betharia Noor Indah Sari*

Double-take antara narasi eksekusi dan narasi bottom-up bukanlah kegagalan komunikasi, melainkan strategi hegemonik. Model encoding/decoding Stuart Hall mengungkapkan bahwa kementerian tidak berbicara dengan satu suara kepada satu audiens, tetapi dengan banyak suara kepada banyak audiens. 

Dalam kasus Kemdiktisaintek kali ini, tujuan utama esai ini bukanlah tentang apakah penutupan prodi bersifat top-down atau bottom-up. Tujuan utama esai ini adalah mengkritisi, apakah perguruan tinggi akan diatur semata-mata demi kepentingan strategi industri. (*)

*) Betharia Noor Indah Sari Mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

 

Kategori :