HARIAN DISWAY - PT Pertamina Persero melakukan pertemuan strategis dengan Departemen Energi Amerika Serikat atau U.S. Department of Energy di Washington D.C. untuk membahas penguatan pasokan energi dan pengembangan infrastruktur strategis, Kamis, 8 Mei 2026.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden setelah kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada Februari 2026 sekaligus bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat di sektor energi.
Delegasi Pertamina dipimpin Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bersama Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita. Sementara pihak Departemen Energi Amerika Serikat dihadiri Deputy Assistant Secretary for Asia and the Americas Elizabeth Urbanas, Deputy Assistant Secretary for International Cooperation Aleshia Duncan, serta Director of Asian Affairs Margaux Murali.
Diskusi membahas penguatan kerja sama perdagangan energi, keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi migas, hingga peluang kolaborasi pengembangan migas non-konvensional antara kedua negara.
BACA JUGA:Pertamina dan EOG Resources Jajaki Penguatan Kerja Sama Teknologi Migas Non-Konvensional
BACA JUGA:Pertamina dan BGN Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan bahwa Amerika Serikat menjadi salah satu mitra strategis Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi energi tercepat di kawasan Asia Pasifik, sehingga membutuhkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Oki, Pertamina terus memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat guna mendukung keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sektor energi nasional.
Saat ini Amerika Serikat menjadi salah satu pemasok energi utama bagi Pertamina. Lebih dari 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat dengan volume mencapai lebih dari lima juta metrik ton pada 2025.
Untuk menjaga kepastian pasokan dan stabilitas harga energi domestik, Pertamina juga mendorong penguatan kerja sama jangka panjang melalui skema long term contract dengan produsen dan eksportir energi asal Amerika Serikat.
Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat menjalin kerja sama terkait penguatan pasokan energi dan teknologi migas.-Humas Pertamina-
Selain LPG, Pertamina turut menjajaki impor minyak mentah dari Amerika Serikat. Seiring pengembangan kapasitas kilang nasional melalui program Refinery Development Master Plan atau RDMP, Pertamina melihat peluang peningkatan pengolahan crude jenis light sweet crude seperti West Texas Intermediate atau WTI.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat juga membahas peluang knowledge sharing terkait pengelolaan Strategic Petroleum Reserve serta pengembangan infrastruktur penyimpanan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain perdagangan energi, Pertamina juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan energi Amerika Serikat dalam pengembangan sumber daya migas non-konvensional di Indonesia.