Khofifah memisalkan inovasi implan tulang hasil riset BRIN dapat menjadi solusi rekonstruksi tulang akibat cedera. Teknologi tersebut bisa dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan di Jawa Timur.
Kolaborasi juga diarahkan pada sektor pangan. Salah satunya melalui pengembangan teknologi food saver, sistem penyimpanan pangan hemat energi yang mampu menjaga kualitas produk lebih lama.
BACA JUGA:BRIN Gandeng Kampus Teliti Hujan Mikroplastik di Surabaya
“Inovasi seperti food saver ini penting untuk menjaga kualitas beras, telur, buah, dan berbagai komoditas agar tetap segar lebih lama. Ini sangat potensial untuk mendukung distribusi pangan,” jelasnya.
Kepala BRIN Arif Satria mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem riset dan hilirisasi inovasi di daerah.
BRIN akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah agar hasil riset tidak berhenti di tahap pengembangan, tetapi benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kami ingin inovasi dan teknologi hasil riset bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah,” pungkas Arif. (*)