Catcrs Terapkan Travel Rule untuk Perkuat Keamanan Transfer Lintas Platform

Rabu 13-05-2026,18:46 WIB
Reporter : Thoriq S Karim
Editor : Thoriq S Karim

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Regulasi industri aset digital terus berkembang. Untuk menyesuaikan dengan regulasi baru, platform aset kripto Catcrs resmi mengaktifkan skema Travel Rule melalui peningkatan sistem kepatuhan untuk mendukung keamanan transfer lintas platform dan lintas negara. Ini sekaligus untuk menjaga keseimbangan antara keamanan transaksi dan perlindungan privasi pengguna.

Chief Operating Officer Catcrs Farid Hakim mengatakan, penerapan Travel Rule menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam membangun sistem operasional yang lebih siap menghadapi perubahan regulasi global.

“Industri aset digital bergerak menuju standar kepatuhan yang semakin jelas. Kami memilih mempersiapkan sistem sejak sekarang agar pengguna tetap dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman tanpa terganggu perubahan regulasi di kemudian hari,” ujar Farid Hakim dalam keterangannya, Selasa, 13 Mei 2026.

BACA JUGA:Soroti Kasus Dugaan Keracunan 202 Siswa di Surabaya, Menteri HAM Pertanyakan Keterlibatan Pemkot Surabaya

BACA JUGA:Sepakati Dua Raperda Strategis, Khofifah Perkuat BUMD Migas dan Ekonomi Kreatif

Dalam skema terbaru tersebut, Catcrs akan mengirimkan informasi transaksi tertentu melalui jaringan kepatuhan untuk transfer yang berada di atas ambang nilai sesuai ketentuan regulator. Sistem baru ini telah terintegrasi dengan sejumlah mitra layanan kepatuhan guna memastikan proses pengiriman data berjalan aman melalui teknologi enkripsi dan kontrol akses yang ketat.

Meski terdapat penyesuaian di sisi kepatuhan, Catcrs memastikan pengalaman pengguna tetap dipertahankan seperti sebelumnya. Pengguna tetap dapat melakukan transfer melalui antarmuka yang familiar, sementara proses verifikasi tambahan berlangsung di belakang sistem.

Farid menegaskan, penerapan travel rule bukan berarti membuka seluruh data pengguna secara bebas, melainkan memastikan transaksi yang sah dapat terlindungi di tengah meningkatnya pengawasan regulasi lintas negara.

“Travel rule bukan tentang membocorkan data pengguna, tetapi memastikan transaksi berjalan dalam koridor hukum yang jelas dan aman. Kami ingin transaksi normal pengguna tidak terdampak risiko kesalahan identifikasi atau gangguan akibat ketidaksiapan sistem,” katanya.

BACA JUGA:Status WhatsApp Indri Wahyuni Viral, Singgung LHKPN hingga Open Endorse usai Polemik LCC MPR Kalbar

BACA JUGA:Imigrasi Amankan 320 WNA Sindikat Judol di Hayam Wuruk, Vietnam dan Kamboja Mendominasi

Dalam proses pengembangannya, tim teknis dan kepatuhan Catcrs disebut bekerja bersama untuk memastikan implementasi aturan tidak mengorbankan kenyamanan pengguna. Seluruh akses terhadap data sensitif juga dilengkapi jalur audit dan pencatatan yang ketat guna mencegah penyalahgunaan informasi.

Menurut Farid, investasi pada sistem kepatuhan merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kepercayaan pengguna.

“Kami memandang kepatuhan sebagai bentuk perlindungan jangka panjang, baik bagi perusahaan maupun pengguna. Platform yang siap terhadap regulasi akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Bagi pengguna, implementasi travel rule dinilai dapat mengurangi potensi gangguan mendadak terhadap aktivitas transfer lintas platform di masa depan. Dengan sistem kepatuhan yang lebih matang, pengguna juga memiliki dukungan dokumentasi yang lebih jelas apabila sewaktu-waktu diperlukan proses klarifikasi transaksi.

Kategori :