HARIAN DISWAY - Busana tradisional Tiongkok terus berkembang dari masa ke masa. Bahkan kini kembali populer sebagai simbol identitas budaya generasi muda.
Busana tradisional Tiongkok menjadi bagian penting dari warisan budaya. Telah eksis selama ribuan tahun.
Perkembangannya dipengaruhi perubahan dinasti, keberagaman etnis, hingga nilai filosofi yang membentuk peradaban Tiongkok.
Pakaian tradisional tersebut mencerminkan identitas budaya, seni, serta nilai estetika masyarakat Tiongkok dari berbagai era.
BACA JUGA:Perusahaan Startup AI Transformasi Busana Tradisional Tiongkok ke Tingkat Baru
BACA JUGA:Busana Qipao Gaya Shanghai Kembali Bersinar Berkat Desainer Muda Tiongkok
Salah satu jenis Hanfu, busana tradisional Tiongkok.--China Daily
Perjalanan sejarah busana tradisional Tiongkok dimulai sejak Dinasti Han pada 206 SM hingga 220 M.
Pada masa itu lahir Hanfu, pakaian tradisional khas etnis Han. Yang kemudian menjadi simbol budaya Tiongkok.
Hanfu dikenal dengan desain jubah panjang yang mengalir. Serta motif rumit bernilai artistik tinggi.
Busana tersebut juga merepresentasikan kesinambungan sejarah dan filosofi masyarakat Tiongkok kuno.
BACA JUGA:Tradisi dan Inovasi Hanfu di Caoxian, Tiongkok
BACA JUGA:Rumah Mode Gabrielle Chanel Gelar Pertunjukan Koleksi di Danau Barat, Hangzhou, Tiongkok
Selain Dinasti Han, perkembangan besar juga terjadi pada masa Dinasti Tang. Yakni antara tahun 618 hingga 907 Masehi.
Era tersebut dikenal dengan gaya pakaian mewah, penuh warna, dan memiliki detail dekoratif yang lebih berani.