HARIAN DISWAY - Rainer Anggakara tidak menyangka namanya akan terpanggil ke DBL Camp 2026. Saat pengumuman itu datang, pikirannya masih penuh dengan urusan pertandingan.
"Jujur saja, saya tidak menyangka sama sekali waktu terpilih karena waktu itu fokus ke pertandingan. Tapi pas tau, ya senang sekali," ungkap Rainer di sela-sela pelatihan di DBL Academy Jakarta East.
Keberhasilan Rainer hadir di DBL Camp 2026 bukan tanpa alasan. Di musim keduanya menakhodai Surabaya Cambridge School, ia mencetak sejarah dengan mengantar tim tersebut melaju hingga babak final Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 East Java-North.
Itu jelas pencapaian yang belum pernah diraih sekolah itu sebelumnya. Prestasi itulah yang mengantarkan Rainer ke antara 52 pelatih terpilih dari seluruh Indonesia yang berkumpul di DBL Camp 2026.
BACA JUGA:Nyaris Mundur dari DBL Camp 2026, Fachri Fairuz Lawan Rasa Sakit demi Mimpi
BACA JUGA:Teknologi VALD di DBL Camp 2026 Bantu Pelatih Susun Program Latihan Lebih Aman
Sebagian besar hadir untuk pertama kali. Rainer termasuk di dalamnya, ya ini kamp perdananya sejak ia terjun ke dunia kepelatihan pada 2019.
Nama Rainer Anggakara dikenal sebagai mantan pemain Pacific Caesar Surabaya. Seperti banyak eks pemain profesional lainnya, transisi menuju dunia kepelatihan bukan perkara mudah. Ada pergeseran peran yang membutuhkan penyesuaian besar.
Bambang Asdianto ketika memberikan materi seputar statistik basket di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
"Tantangan jadi pelatih itu menghadapi anak-anak dengan berbagai macam karakter dan sifatnya. Awalnya jiwa pemain terus tiba-tiba menjadi pemain tuh, harus siap menjadi sosok pembimbing dan mentor. Jadi belajar lagi buat menyampaikan ilmu," kata Rainer.
Perjalanannya dimulai dari posisi asisten pelatih SMP Petra 3 Surabaya di Junior DBL East Java Series 2020. Setahun berselang, ia menjalani debut di DBL bersama SMA Petra 2 Surabaya.
BACA JUGA:Transformasi Hendra Thio di DBL Camp, Eks Pemain IBL yang Masuk Dunia Kepelatihan
BACA JUGA:Kejar Ilmu Basket Modern di DBL Camp, Coach Jessy Rela Terbang ke Jakarta
Dari sana, ia membangun reputasinya secara perlahan. Yakni menggabungkan disiplin, analisis permainan, dan pengembangan mental atlet muda. Kemenangan penting, tapi bukan satu-satunya tujuan.
Di DBL Camp 2026, Rainer hadir dengan niat yang sederhana dan tulus, yakni menyerap sebanyak mungkin, lalu membawanya pulang.