PESTA BABI adalah tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun di sejumlah suku di Papua, terutama di wilayah pegunungan seperti suku Dani, Lani, dan Yali. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai ”awon atatbon”.
Dalam budaya Papua, babi bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol kekayaan, kehormatan, persaudaraan, hingga alat pembayaran adat.
Tradisi itu digelar dalam berbagai momen penting, mulai pesta pernikahan, syukuran, penyambutan tamu besar, pelantikan kepala suku, hingga upacara perdamaian antarkelompok masyarakat.
Masyarakat berkumpul bersama untuk memasak babi menggunakan metode tradisional bakar batu atau barapen. Batu-batu dipanaskan menggunakan kayu bakar, lalu daging babi, ubi, sayuran, dan berbagai bahan makanan lainnya dimasukkan ke lubang tanah dan ditutup hingga matang.
BACA JUGA:Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Larang Nobar Film Pesta Babi soal PSN Papua
BACA JUGA:Diskusi Pesta Babi di UC Surabaya, Gugah Kepedulian Massal terhadap Ancaman Ekologis di Tanah Papua
Tradisi pesta babi tidak hanya soal makan bersama, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan gotong royong. Pesta babi menjadi simbol identitas dan bahkan menjadi simbol perlawanan terhadap persepsi ketidakadilan.
Sutradara film dokumenter Dandhy Laksono membuat film dokumenter Pesta Babi yang sekarang menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Sinopsis film itu paling banyak dicari di mesin pencari Google karena publik kepo terhadap konten film tersebut. Publik menjadi kepo setelah acara nonton bareng di kampus dibubarkan.
Banyak yang menilai, dalam pembubaran nobar, ada pemberangusan kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi. Di sisi lain, banyak juga yang menganggap Pesta Babi terlalu sensitif, politis, dan provokatif.
Film itu dipasarkan dengan strategi marketing yang melibatkan komunitas kecil melalui nonton bareng. Model pemasaran underground seperti itu memancing rasa ingin tahu publik yang cukup besar.
BACA JUGA:Pesta Babi dan Nyanyian Sunyi di Universitas Ciputra Surabaya Suguhkan Realita Masyarakat Adat Papua
Ketika acara nobar dibubarkan aparat, momen itu dimaksimalkan sebagai materi marketing untuk menarik perhatian publik. Momen marketing paling menentukan bukan acara nonton bareng, melainkan pembubaran oleh aparat.
Tim marketing sukses melakukan provokasi sehingga memunculkan tindakan pembubaran. Setelah terjadi pembubaran, muncullah snowball marketing effect. Kasus pembubaran menyebar melalui ”words of mouth” di berbagai akun media sosial. Tim marketing tidak perlu lagi melakukan kegiatan karena sudah diambil alih oleh netizen.
Sebelum Pesta Babi, Dandhy Laksono dikenal dengan produksinya, Dirty Vote, yang menyoroti kecurangan dalam Pemilu 2024. Kemudian, ada lagi produk dokumenter Indonesia Reset yang juga dipasarkan melalui nobar dan mengalami pelarangan dan pembubaran di beberapa daerah. Indonesia Reset sempat viral sebentar, tetapi kemudian menghilang.
Film dokumenter Pesta Babi dapat dibaca sebagai karya yang berada di titik temu antara advokasi lingkungan, kritik pembangunan negara, dan sensitivitas politik-keamanan Papua.