Karena itu, healing bersama bukan pelarian dari pekerjaan. Ia justru cara agar orang tidak habis terbakar oleh pekerjaannya sendiri.
Di lereng Sumbing, hari itu, ada pelajaran sederhana. Manusia perlu jeda. Organisasi perlu memberikan ruang pemulihan. Kebersamaan tidak selalu lahir dari seminar besar atau pelatihan serius. Kadang ia tumbuh dari perjalanan naik jip, berhenti di dataran tinggi, naik ojek di jalan menanjak, tertawa bersama, dan saling memotret di antara ladang sayur.
Mungkin itulah makna healing yang paling jujur. Bukan melupakan pekerjaan. Tetapi, memberikan kesempatan kepada diri untuk bernapas. Agar ketika kembali ke kampus, manusia tidak kehilangan kemanusiaannya. (*)
*) Suryanto adalah guru besar psikologi sosial, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya.
*) Dewi Retno Suminar adalah dekan Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, 2025–2030.