HARIAN DISWAY - Miracle Christiano bukan nama baru di dunia basket pelajar Indonesia. Sebelum menginjakkan kaki di Kopi Good Day DBL Camp 2026, ia sudah lebih dulu merasakan tekanan dan kebanggaan mewakili Indonesia di pentas internasional.
Kini, giliran panggung DBL Camp yang menjadi tujuannya. Pada FIBA U16 Asia Cup 2025 di Mongolia, Miracle tampil mewakili timnas Indonesia menghadapi Selandia Baru, Filipina, dan Taiwan.
Dalam tiga pertandingan tersebut, ia mencatatkan rata-rata sembilan poin, lima rebound, dan 3,3 asis dalam 23,7 menit bermain.
Pengalaman itu tidak ia simpan begitu saja. Ia membawanya sebagai bekal ke DBL Camp pertamanya bersama SMA Raffles Christian School Jakarta. Sekolah itu ia antar menjadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Jakarta South.
BACA JUGA:Intercity Evergreen 2026 Ramaikan Jakarta, DBL Academy Jadi Lokasi Reuni Basket Veteran
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Terapkan Yo-Yo Test, Fisik Pebasket Pelajar Kini Diukur Lewat Data
"Punya pengalaman timnas diambil dibawa ke sini. Lebih siap pengalaman tapi excited karena pertama kali ikut camp. Ada experience baru dan berbeda. Pengalaman di sini belum tentu dapat di timnas. Begitu juga sebaliknya," ujar Miracle.
Masuk DBL Camp sebagai second team bukan sesuatu yang membuat Miracle bersantai. Sebulan sebelum hari keberangkatan, ia sudah mulai menempa fisik secara serius.
Miracle Christiano ketika mengikuti tes fisik di hari pertama DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
Mendekati hari-H, fokus latihannya beralih ke speed dan endurance. Ya, itu adalah dua komponen yang sangat krusial menghadapi seleksi awal.
Terlebih, DBL Camp 2026 menerapkan perubahan besar, beep test yang sudah bertahan 16 musim diganti dengan Yo-Yo Intermittent Recovery Test yang dinilai lebih cocok dengan dinamika nyata permainan basket. Miracle sudah memetakan tantangannya dengan kepala dingin.
"Mungkin kesulitan di hari pertama dan kedua karena pencoretannya cepat. Hari pertama fokus ke fisik. Hari kedua diumumkan Top 50," kata Miracle yang menjadi satu dari 135 campers di kamp tersebut.
BACA JUGA:Finalis Coach DBL East Java-North 2026, Rainer Anggakara Kini Berburu Ilmu di DBL Camp
BACA JUGA:Nyaris Mundur dari DBL Camp 2026, Fachri Fairuz Lawan Rasa Sakit demi Mimpi
"Senang sekali, excited karena ada pengalaman baru. Kegiatannya juga bagus. Nikmati saja," tambahnya.