DI era TikTok, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memperbaiki gizi anak dapat kehilangan kepercayaan publik hanya karena satu video viral yang lebih cepat memengaruhi emosi daripada klarifikasi dari pemerintah resmi.
Di sebuah sekolah dasar, seorang anak membuka kotak makan siangnya. Isi menunya sederhana: nasi, lauk, sayur, dan susu. Namun, bagi banyak anak Indonesia, makanan seperti itu bukan hal yang biasa. Ia bisa menjadi satu-satunya makanan bergizi yang mereka terima hari itu.
Di balik kotak makan siang tersebut, negara hadir melalui program MBG. Program itu dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi anak, menekan stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan.
BACA JUGA:Prabowo: MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Perputaran Uang Rp10,8 Miliar per Tahun
BACA JUGA:Stop Menu Asal Kenyang di Etalase MBG: Kuliner Nusantara Jadi Solusi Food Healthy
Namun, di era TikTok, niat baik saja tidak cukup.
Dalam lanskap media digital saat ini, kualitas kebijakan saja tidak lagi cukup. Program publik tidak hanya dinilai dari efektivitas implementasinya, tetapi juga dari bagaimana program tersebut dipahami dan diperdebatkan di ruang digital.
Platform seperti TikTok mengubah pola konsumsi informasi publik menjadi lebih cepat, emosional, dan sering kali tidak berjalan seiring dengan logika data maupun klarifikasi institusi resmi.
Akibatnya, satu video pendek mengenai dugaan keracunan makanan dapat menenggelamkan ribuan laporan keberhasilan distribusi MBG. Unggahan tentang benda asing di menu sekolah bahkan dapat lebih dipercaya jika dibandingkan dengan penjelasan resmi pemerintah.
BACA JUGA:Menakar Urgensi MBG atau Subsidi Pendidikan pada Sekolah Dasar, Menengah, dan Tinggi
BACA JUGA:MBG, Antara Martabat dan Rasa Lapar
Dalam konteks media sosial kontemporer, emosi memiliki daya sebar yang jauh lebih kuat daripada fakta statistik.
Fenomena tersebut tecermin dalam Digital Monitoring Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ivosight pada periode Februari–April 2026. Selama masa pemantauan, percakapan terkait MBG tercatat mencapai 620.751 dengan potensi jangkauan hingga 923 juta impresi.
Kenaikan paling signifikan terjadi di TikTok dengan lonjakan percakapan sebesar 1.062 persen hanya dalam tiga bulan.
Secara umum, sentimen netral masih mendominasi dengan 317.853 ekspos atau sekitar 51 persen. Sementara itu, sentimen positif mencapai 164.984 ekspos (27 persen). Sentimen positif terutama muncul dari apresiasi terhadap antusiasme siswa, perluasan inklusivitas program, dan viralnya berbagai kreasi menu dari dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).