Guardiola juga tetap memberikan penghormatan kepada Claudio Bravo maupun Ederson yang kemudian datang dan menjadi bagian penting dari kesuksesan City dalam beberapa tahun terakhir.
Guardiola Akui Terlalu Keras Kepala dengan Filosofinya
Keputusan menyingkirkan Hart memang menjadi bagian dari revolusi besar Guardiola di Manchester City.
Ia ingin mengubah identitas permainan klub dengan membangun serangan dari lini belakang, sesuatu yang menurutnya membutuhkan penjaga gawang dengan kemampuan distribusi bola yang sangat baik.
Perubahan itu pada akhirnya berhasil membawa City memasuki era kejayaan baru. Bersama Guardiola, klub memenangkan banyak gelar domestik dan akhirnya meraih trofi Liga Champions.
Pep Guardiola tegaskan belum ada keputusan final soal masa depannya di Man City dan baru akan berdiskusi dengan manajemen setelah musim ini selesai.-Daniel Hambury-EPA
Namun di balik keberhasilan tersebut, Guardiola mengaku pendekatan yang ia lakukan saat itu mungkin terlalu keras.
Pelatih asal Catalan itu menyebut dirinya sering kali sangat keras kepala ketika sudah percaya penuh terhadap sebuah ide. Ia merasa terlalu yakin bahwa perubahan tersebut adalah satu-satunya jalan yang benar untuk membawa City berkembang.
“Terkadang saya tidak cukup adil. Saya menyesal soal itu. Pada saat itu saya sangat keras kepala dengan keputusan saya. Ketika saya yakin terhadap sesuatu, saya akan terus maju,” ujar Guardiola.
Ia juga mengatakan pihak klub sepenuhnya mendukung keputusan tersebut, termasuk saat Hart harus tersingkir demi perubahan sistem permainan yang lebih modern.
BACA JUGA:Enzo Maresca Resmi Gantikan Pep Guardiola di Manchester City Musim Depan
BACA JUGA:Man City Juara Piala FA, Pep Guardiola Lampaui Rekor Alex Ferguson dan Arsen Wenger
Guardiola menutup pertandingan terakhirnya bersama City melawan Aston Villa. Sayang ia kalah 1-2 sebelum resmi meninggalkan kursi pelatih.
Setelah memastikan City finis di posisi kedua klasemen, fokus Guardiola selanjutnya adalah mengikuti parade perpisahan bersama para suporter sebelum mengambil jeda panjang dari dunia kepelatihan.
Meski meninggalkan Manchester City dengan warisan luar biasa dan segudang trofi, Guardiola mengakui bahwa kisah Joe Hart akan selalu menjadi salah satu keputusan yang paling membekas dalam perjalanan kariernya di Etihad. (*)