Khofifah Pasang Target Jatim Jadi Motor Swasembada Gula Nasional

Minggu 24-05-2026,11:05 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Mohamad Nur Khotib

"Kebijakan Pemerintah saat ini untuk impor gula rafinasi sudah dikurangi dan diserahkan kepada BUMN sehingga monitoring dan kontrolnya lebih mudah. Ini untuk memastikan gula rafinasi untuk industri jangan sampai merembes ke pasar umum karena sangat mengganggu tebu petani," bebernya.

Menurut Khofifah, pengawasan distribusi menjadi faktor penting agar harga gula petani tetap stabil dan tidak terdampak oleh persaingan pasar yang tidak seimbang.

BACA JUGA:Swasembada Gula dan Peran Ekonomi: Menghidupkan Filosofi Pabrik Iki Openono

BACA JUGA:Di Momentum Harkitnas, Khofifah Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Bagi Generasi Muda

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil mengapresiasi kinerja sektor pertanian Jawa Timur yang dinilai konsisten menjadi daerah unggulan berbagai komoditas.

"Kediri ini punya prestasi besar, mari kita dorong bersama Ibu Gubernur dan Dirut SGN agar program bongkar ratoon ini sukses mewujudkan swasembada gula," kata Ali Jamil.

Sementara Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menilai program bongkar ratoon menjadi upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas industri gula secara regional maupun nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani, mulai dari pompa air tebu, traktor tangan, mesin tanam padi hingga paket mitigasi perubahan iklim.

Dengan target pengembangan tebu terbesar secara nasional, Jawa Timur kini bukan hanya menjadi lumbung gula Indonesia, tetapi juga diproyeksikan menjadi penentu keberhasilan agenda swasembada gula nasional. (*)

Kategori :