Mengabadikan Kiprah Kartolo dalam Memori Publik

Senin 25-05-2026,23:10 WIB
Oleh: Samidi & Kukuh Yudha Karnanta*

Salah satu contoh kesenian pendahulu ludruk adalah bandan dan lerok yang tidak ada rekamannya, baik teks, audio, maupun audio. Itu mengakibatkan terputusnya informasi. Generasi saat ini tidak mampu membayangkan keseluruhan tampilan pentas ludruk bandan dan lerok. 

Berkat peran rekaman berwujud kaset, Kartolo dikenal tidak hanya di Kota Surabaya, tetapi juga menjangkau ke beberapa pelosok, terutama di Jawa Timur. Perekaman kesenian tradisional mengantarkan seseorang pendengar dan penonton ke konteks zaman ketika kesenian berada di puncak popularitas. 

Dengan kata lain, mendengarkan rekaman Kartolo membawa seseorang menjadi bagian pertunjukan di periode tertentu, kembali ke romantika kehidupan masyarakat lampau. Individu-individu yang berminat melantunkan kidung dan parikan Jawa dapat belajar dari rekaman audio Kartolo. 

Harapan Kartolo, unsur kesenian ludruk seharusnya diajarkan di sekolah. Sudahkah sebagian unsur kesenian ludruk menjadi praktik pembelajaran di sekolah pada pelajaran apresiasi seni-budaya? (*)

*) Samidi adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

*) Kukuh Yudha Karnanta adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

 

Kategori :