Mengenai Kejang Absens, Kondisi yang Bikin Jamal Musiala Kolaps
Usai dua kali kolaps, Jamal Musiala konfirmasi dirinya mengidap kejang absans akibat gangguan neurologis yang singkat dan dapat ditangani.-EyesWideOpen-Getty Images
HARIAN DISWAY - Jamal Musiala mengalami dua kali kolaps saat menjalani pertandingan pramusim bersama Bayern Munchen. Pertama saat melawan RB Leipzig, Sabtu, 15 Agustus 2026. Lalu yang kedua saat melawan Heidenheim, 18 Agustus 2026.
Itu berarti, hanya dalam empat hari ia pingsan di lapangan. Kejadiannya juga mirip. Ia baru bermain selama beberapa menit. Namun kemudian tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri. Meski kemudian siuman dan meninggalkan lapangan dengan dipapah.
Selasa malam waktu setempat (Rabu dini hari WIB), Jamal Musiala mengungkapkan penyebabnya. Ia mengaku menderita absence seizures atau kejang absens yang disebabkan oleh gangguan saraf.
"Pertama-tama, aku baik-baik saja. Aku sangat berterima kasih atas pesan dan dukungan kalian semua!," tulis pemain timnas Jerman itu di Instagram pribadinya.
BACA JUGA:Jamal Musiala Dua Kali Kolaps dalam 4 Hari, Ternyata Ini yang Terjadi
BACA JUGA:Bayern vs Monchengladbach 4-1, Kevin Diks dkk Tak Mampu Redam Jamal Musiala
Tapi, apa itu kejang absens? Apakah berbahaya? Dan apakah penyakit itu akan mengganggu karier Jamal Musiala sebagai pemain sepak bola? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Kejang Absens?

Kejang absens adalah gangguan neurologis singkat akibat lonjakan listrik otak yang membuat seseorang tampak melamun dan hilang kesadaran.--The Sun
Kejang absens adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran atau tidak menyadari keadaan di sekitarnya selama beberapa detik. Kondisi itu terjadi karena adanya aktivitas listrik yang tidak normal di otak.
Orang yang mengalaminya biasanya terlihat seperti sedang melamun. Mereka bisa menatap kosong, berhenti berbicara atau bergerak, berkedip berulang kali, hingga melakukan gerakan kecil pada mulut.
Setelah serangan tersebut selesai, aktivitas biasanya kembali seperti biasa. MedlinePlus menyebut kejang absens umumnya berlangsung sangat singkat.
BACA JUGA:Vincent Kompany Optimis: 2026 Jadi Tahunnya Jamal Musiala!
BACA JUGA:Cedera Horor Jamal Musiala, Kompany Murka!
Kejang akibat gangguan neurologis seperti itu lebih sering ditemukan pada anak-anak usia 4-14 tahun. Meski begitu, orang dewasa juga dapat mengalaminya. Yang dialami oleh Musiala adalah kasus yang lumayan langka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber