Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih: Golkar Menguat, ‘Geng Solo’ Terkikis
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Pratikno (kiri) menemani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seusai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, kemarin.-Setpres-
Perombakan (reshuffle) kabinet selalu menarik dibaca dari kacamata politik. Begitu pula dengan otak-atik ketujuh kali ketujuh Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 1 Oktober 2026. Menyiratkan konstelasi politik antara presiden dengan para elite politik.
—--
Perhatian utama tertuju pada sejumlah nama. Pertama, duet elite Partai Golkar: Bahlil Lahadalia dan M. Sarmuji. Ketua dan sekretaris jenderal partai berlogo pohon beringin itu seolah “ketiban durian”.
Anda sudah tahu, Prabowo memberi kursi baru kepada Bahlil: menteri hilirisasi dan transisi energi. Sekaligus merangkap jabatan lama sebagai menteri ESDM. Betapa bertambah banyak tugas Bahlil. Dua posisi yang sama-sama strategis.
Sementara Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sama-sama kader Golkar sebagai menteri perindustrian. Tentu posisi yang juga sama kuatnya. Maka betapa tetap dominan peran Golkar di jajaran pembantu presiden.
Kedua, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga resmi dicopot sebagai kapolri dan digantikan oleh Komjen Suyudi Ario Seto.
BACA JUGA:Dilantik Prabowo, Menlu Arrmanatha Prioritaskan Kepentingan Nasional dan Jaga Stabilitas Kawasan
Listyo lantas digeser menjadi kepala staf kepresidenan (KSP) menggantikan posisi Dudung Abdurachman yang kini menempati kursi menteri koordinator politik dan keamanan (mekopolkam).
Ketiga, Pratikno yang menempati kursi menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK) digeser oleh Sugiono. Sedangkan kursi menteri luar negeri kini dipercayakan kepada Arrmanatha Nasir.
Dari pergeseran sejumlah posisi itu, tak heran bila muncul dugaan bahwa Prabowo mulai mengurangi pengaruh Presiden ke-7 Joko Widodo. Terutama dengan mencopot dan menggeser orang-orang kepercayaan Jokowi seperti Listyo Sigit dan Pratikno.
Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch. Mubarok Muharam pun mengatakan, pergantian itu menyiratkan adanya pengurangan representasi lingkaran Jokowi di dalam pemerintahan Prabowo saat ini.
BACA JUGA:Bahlil Lahadalia Siap Percepat Hilirisasi dan Transisi Energi Usai Dilantik Presiden Prabowo
BACA JUGA:Prabowo Lantik Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Energi
“Walaupun pengurangan pengaruh itu sedikit sekali. Tapi tetap ini menandakan ada pengurangan pengaruh," tegasnya.
Ia juga melihat dominasi Golkar dengan adanya tambahan posisi serta jabatan yang lebih strategis. Artinya, lanjut Mubarok, presiden ingin membangun kedekatan dengan Golkar dan para elit utamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: