BULUNGAN, HARIAN DISWAY - Di tengah aktivitas operasional migas yang berjalan 24 jam, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field memastikan satu hal penting tidak boleh ditawar. Yakni, lingkungan kerja harus bersih dari narkoba.
Komitmen itu ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) narkotika pada 20 Mei 2026 di Poliklinik HSSE PEP Bunyu Field. Kegiatan tersebut menyasar personel perusahaan hingga mitra kerja yang berada di lingkungan operasional PEP Bunyu Field.
Sidak dilakukan sebagai bagian dari implementasi kebijakan Drug Free Workplace atau lingkungan kerja bebas narkoba yang selama ini diterapkan perusahaan.
Pelaksanaan sidak melibatkan tim Medical dan Security HSSE Bunyu Field. Kemudian TNI dan Polri yang bertugas di wilayah kerja perusahaan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan tertib dan transparan.
BACA JUGA:Pertamina Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Dongkrak Kinerja Bisnis dan Operasional
Pelaksanaan sidak melibatkan tim Medical dan Security HSSE Bunyu Field-Dokumentasi Pertamina EP -
Hasilnya, seluruh personel yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Senior Manager PEP Bunyu Field Ruri Heriandi menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat menjaga keselamatan pekerja dan mitra kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasi migas.
Menurutnya, sidak narkotika bukan sekadar agenda formal perusahaan. Langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk memastikan setiap individu yang bekerja di lingkungan PEP Bunyu Field berada dalam kondisi sehat, aman, dan siap menjalankan tugas.
“Kegiatan inspeksi mendadak narkotika dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
BACA JUGA:CSR Pertamina Trans Kontinental Raih Best CSR 2026 untuk Program Kemaritiman
Ruri menjelaskan pemeriksaan terhadap pekerja dan mitra kerja tidak hanya dilakukan secara berkala. Tapi dilakukan secara insidental sesuai kebutuhan perusahaan.
Hal itu menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel benar-benar fit to work atau layak bekerja sebelum memasuki area operasional.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor migas memiliki tingkat risiko tinggi yang membutuhkan kedisiplinan serta konsentrasi penuh dalam setiap aktivitas kerja.